
Presiden Rusia, Vladimir Putin, dituding sengaja sebarkan berita bohong rumahnya diserang militer Ukraina.(@2_fib)PRIORITAS, 31/12/25 (Paris): Presiden Rusia, Vladimir Putin, dituding menyebarkan kebohongan dengan menyebut rumah kediamannya di Novgorod diserang gerombolan pesawat nirawak (drone) milter Ukraina.

Sumber dari Istana Prancis Elysée, mengatakan klaim Ukraina menyerang rumah Putin tidak berdasar.
“Tidak didukung oleh bukti yang kuat,” kata sebuah sumber dari Kepresidenan Prancis, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari France24, hari Rabu (31/12/25).
Pihak Ukraina juga mengatakan tidak ada bukti yang “masuk akal” mereka melancarkan serangan ke salah satu kediaman Putin.

Justru mereka menuduh Putin sengaja menyebarkan kebohongan untuk mencoba memanipulasi pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang membahas perdamaian untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.
“Rusia memiliki rekam jejak panjang dalam membuat klaim palsu, Itu adalah taktik khas mereka,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga.
Hingga kini Rusia tidak dapat memberikan bukti akurat apa pun, meskipun hampir 24 jam telah berlalu sejak Putin membuat klaim tersebut.
“Hampir sehari berlalu dan Rusia masih belum memberikan bukti yang masuk akal,” kata Andriy Sybiga.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kiri) dan Presiden AS Donald Trump, memberikan pernyataan pers di Palm Beach, Florida, AS.(@zelenskyy)
Kecam kebohongan
Presiden Zelensky mengecam ‘kebohongan’ Rusia yang menuduh Ukraina menargetkan kediaman Putin di Valdai, Novgorod itu.
Zelensky mengatakan pihak negara sekutu dapat ‘memverifikasi’ dugaan serangan terhadap rumah Putin ‘adalah palsu’.
Menurut Zelensky sekutu Ukraina seperti AS dan NATO memiliki kemampuan melacak dugaan serangan pesawat tak berawak tersebut.
“Mengenai serangan terhadap Valdai, tim negosiasi kami telah terhubung dengan tim Amerika, mereka telah membahas detailnya, dan kami memahami bahwa itu palsu. Dan, tentu saja, mitra kami selalu dapat memverifikasi berkat kemampuan teknis mereka bahwa itu palsu,” jelas Zelensky kepada wartawan.
Tak berikan bukti
Rusia juga tidak dapat memberikan bukti jika benar militer Ukraina menargetkan kediaman Putin dengan serangan drone.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, ketika ditanya wartawan juga tak memiliki bukti fisik serangan tersebut.
Ia hanya mengatakan pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh semua pesawat tak berawak itu.

Posisi rumah kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang dikabarkan diserang militer Ukraina.(@united24media)
Ketika pertanyaan tentang puing-puing pesawat, ia juga berkilah hal itu adalah urusan kementerian pertahanan.
Rusia menuduh Ukraina meluncurkan 91 drone jarak jauh ke rumah Putin tersebut. Rusia menyebut hal itu sebagai “serangan pribadi terhadap Putin”, dan bersumpah akan membalas.
Diberitahu Putin
Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan kritik terhadap Presiden Zelenskyy, meskipun Ukraina menyebut insiden itu sebagai rekayasa Rusia.
“Tahukah Anda siapa yang memberi tahu saya tentang hal itu? Presiden Putin, pagi-pagi sekali, mengatakan bahwa dia diserang. Ini tidak baik,” kata Trump.
Tetapi pihak Rusia tidak mengatakan di mana Putin berada pada saat itu.
Zelenskyy justru mencurigai kebohongan Putin itu, hanya rekayasa yang bertujuan untuk menyabotase kemajuan pertemuan dirinya dan Presiden Trump.
Ia bahkan menduga, dengan informasi palsu itu Presiden Rusia ingin membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina.
Ukraina mengatakan telah menyetujui 90 persen dari rencana perdamaian yang dirancang AS, tetapi Rusia ragu-ragu untuk menerima kesepakatan yang tidak memenuhi tuntutan maksimalisnya.
Presiden Rusia Putin telah berulang kali mengatakan ingin merebut sisa wilayah Ukraina, yang telah ia proklamirkan sebagai wilayah Rusia jika diplomasi gagal.(P-Jeffry W)

