
Boneka raksasa khas Betawi yang dulunya dianggap sakral itu kini berada di persimpangan antara tradisi dan kontroversi, setelah Gubernur DKI, Pramono Anung resmi melarang penggunaannya untuk mengamen di jalanan demi mengembalikan marwah simbol identitas Betawi dan Jakarta. (Ccourtesy: Getty Images)PRIORITAS, 12/4/26 (Jakarta): Ondel-ondel tak boleh lagi mengamen di jalanan ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan larangan itu sebagai langkah menjaga marwah budaya Betawi.

Pernyataan itu disampaikan Pramono usai membuka acara Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Sabtu (11/4/2026).
“Mengenai ondel-ondel, kami sudah membuat keputusan untuk melarang ondel-ondel di jalanan,” kata Pramono, seperti dikutip Beritaprioritas dari Antara, Minggu (12/4/26).
Bagi Pramono, ondel-ondel bukan sekadar hiburan pinggir jalan. Boneka raksasa khas Betawi itu adalah simbol identitas Jakarta yang harus ditempatkan secara terhormat.

“Ondel-ondel itu adalah sesuatu trademark atau ikon tentang Betawi, tentang Jakarta. Bahkan di tahun depan ketika 500 tahun Jakarta ondel-ondel akan kami buat lebih meriah,” ujarnya.
Untuk menegakkan larangan itu, Pramono sudah meminta Satuan Polisi Pamong Praja turun ke lapangan.
“Yang pertama tentunya kami akan memberikan edukasi bagi pengamen ondel-ondel. Dan di tempat-tempat seperti itu, saya minta untuk Satpol PP melarang,” katanya.
Tapi jangan harap ada sanksi langsung dalam waktu dekat. Pramono menegaskan tahap awal akan difokuskan pada edukasi dan penertiban persuasif.
“Mengenai sanksi yang menurut saya belum lah. Tapi yang jelas pasti akan dilarang,” lanjutnya.
Ondel-ondel sendiri punya sejarah panjang. Boneka setinggi sekitar 2,5 meter itu dikenal sejak lama dalam budaya Betawi — dulunya berfungsi sebagai penolak bala dan penjaga kampung dari gangguan roh jahat.
Memasuki era 1970-an di bawah kepemimpinan Ali Sadikin, ondel-ondel mulai tampil dalam festival budaya dan perayaan kota sebagai identitas resmi Jakarta.
Kini larangan mengamen menjadi babak baru — Pemprov DKI ingin ondel-ondel kembali ke panggung yang layak, bukan di tepi jalan. (P-Khalied M)

