Sekitar 6000 penerbangan di 40 bandara Amerika Serikat dipangkas akibat kekurangan staf.(@boardingarea)PRIORITAS, 6/11/25 (Washington): Federal Aviation Administrtation (FAA) atau Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (AS) mengurangi sekitar 6.000 hingga 7.000 penerbangan di 40 bandara besar, mulai hari Jumat ini (7/11/2025) akibat ‘shutdown’ pemerintah federal.
Pengurangan itu terpaksa dilakukan karena semua bandara besar di AS itu, mengalami kekurangan petugas pengendali lalu lintas udara (ATC) maupun staf lapangan pengatur parkir pesawat, termasuk petugas pengawas arus penumpang dan barang.
“Banyak staf meminta cuti dan tidak masuk kerja, sebab mereka sudah sebulan penuh tidak mendapat gaji setelah ‘shutdown’ atau penutupan pemerintah federal masih berlangsung”, kata Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Jumat (7/11/25).
Penutupan federal kali ini menjadi yang terlama dalam sejarah AS karena sudah berlangsung 36 hari.
Rata-rata jumlah penerbangan di 40 bandara besar AS berkisar 60.000 hingga 70.000 sehari.
Tidak disebutkan bandara mana saja yang akan mendapat pengurangan penerbangan, tetapi saat ini bandara tersibuk di AS tercatat antara lain Los Angeles (LAX), Denver (DEN), Newark (EWR), Dallas (DFW), Chicago (ORD), Atlanta (ATL), Phoenix (PHX), Las Vegas (LAS), Burbank (BUR), dan Austin (AUS).
Alasan utama pengurangan penerbangan pesawat komersil di AS harus segera dilakukan untuk mengantisipasi terjadi masalah keselamatan dan keamanan.
Bisa saja terjadi kecelakaan pesawat karena beban kerja sangat besar terhadap petugas pengatur lalulintas udara yang jumlahnya semakin banyak berkurang.
Selain itu dapat terjadi masalah dalam arus penumpang dan barang akibat staf atau petugas pengawas kurang.
“Kami tidak akan menunggu masalah keamanan benar-benar muncul. Kami dapat mengambil tindakan hari ini untuk mencegah memburuknya situasi,” jelas Duffy.
Ia mengakui akan menyebabkan lebih banyak pembatalan penerbangan. Namun pihaknya akan bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk melakukan ini secara sistematis.
Mengurangi tekanan
Administrator FAA, Bryan Bedford, mengatakan pengurangan kapasitas penerbangan terjadwal sebesar 10 persen akan mengurangi tekanan pada pengendali lalu lintas udara.
“Sekali lagi, kami tidak akan melakukan apa pun yang akan membahayakan keselamatan perjalanan udara di Amerika Serikat”, kata Bedford.
Sejak ‘shutdown’ pemerintah federal AS dimulai, sekitar 13.000 pengontrol lalu lintas udara dan sekitar 50.000 petugas keamanan bandara terpaksa bekerja tanpa bayaran.
Akibatnya semakin banyak karyawan yang mengambil cuti, yang menyebabkan kekurangan staf penting di industri penerbangan.
Ribuan penundaan penerbangan terjadi di banyak negara bagian dan meningkatkan kekhawatiran atas keselamatan penerbangan.
Situs web pelacakan penerbangan AS, FlightAware, menunjukkan ribuan penerbangan di seluruh AS mengalami penundaan setiap hari.
Lebih dari 4.000 penerbangan internasional ditunda pada hari Selasa lalu. Sehari sebelumnya sekitar 5.000 penundaan terjadi.
Berbasis data
Pengurangan 10 persen penerbangan kali ini akan dilakukan berbasis data.
“Ini bukan berdasarkan maskapai mana yang memiliki lebih banyak penerbangan dari lokasi mana. Ini tentang di mana tekanannya dan bagaimana kita menguranginya”, jelas menteri Duffy.
Ia tidak merinci berapa lama pembatasan ini akan berlangsung atau bandara mana yang akan terkena dampak, tetapi para pejabat menyatakan pembatasan dimulai pada Jumat pagi, 7 November 2025.
Terdapat banyak maskapai penerbangan di AS, seperti American Airlines, Alaska Airlines, JetBlue, United Airlines dan Delta Air Lines.
Juru bicara Southwest Airlines kepada media USA Today melalui email menanggapi pengurangan itu pasti akan mempengaruhi jadwal penerbangan mereka. Namun pihaknya akan berkomunikasi langsung dengan pelanggan sesegera mungkin.
“Tidak ada yang lebih penting bagi Southwest selain keselamatan pelanggan dan karyawan kami. Kami terus mendesak Kongres untuk segera menyelesaikan kebuntuan ini dan memulihkan Sistem Wilayah Udara Nasional ke kapasitas penuhnya”, kata mereka.
Pengendali lalu lintas udara dan banyak karyawan Administrasi Penerbangan Federal lainnya, dianggap sebagai pekerja penting.
Jadi mereka diharuskan melapor tugas meskipun mereka tidak memperoleh gaji selama penutupan pemerintah.
Sementara karyawan di kedua lembaga tersebut diharapkan mendapatkan gaji tertunggak, untuk tugas yang mereka lakukan setelah penutupan berakhir.
Banyak karyawan atau petugas pendukung mengatakan mereka berada di bawah tekanan tambahan, karena tidak mendapatkan gaji selama berminggu-minggu.
Akibatnya mereka harus mencari pekerjaan lain, untuk mendapatkan penghasilan sementara.(P-Jeffry W)
No Comments