Potong urat nadi ekspor minyak Iran, AS incar rebut pulau Kharg

Jeffry Wuisan
Senin, 9 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 9/3/26 (Washington): Amerika Serikat (AS) mengincar untuk merebut Pulau Kharg untuk memotong urat nadi jalur ekspor minyak utama Iran, sehingga melemahkan suplai dana bagi militer termasuk persenjataannya.

Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com hari Senin (9/3/26), memasuki perang Timur Tengah hari kesepuluh, para pejabat tinggi AS dilaporkan sudah mempertimbangkan rencana untuk merebut Pulau Kharg.

Pulau tersebut telah lama menjadi pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia dengan produksi mencapai  jutaan barel per hari.

Pulau itu menangani lebih dari 90% ekspor minyak mentah Iran, melalui terminal laut dalam, tangki penyimpanan dan pipa bawah lautnya.

Pulau Kharg terletak 25 km dari daratan utama Iran dan mencakup sekitar 20 km², sebuah titik penting namun krusial bagi jalur energi Teheran.

Para analis menilai kehilangan Kharg akan menjadi mimpi buruk ekonomi dan strategis bagi Iran

Jika pasukan AS berhasil merebut atau menghancurkan pulau tersebut, pendapatan dari hasil minyak Iran pasti anjlok, bahkan melumpuhkan pendanaan militer Iran.

Tidak hanya itu, akan terjadi guncangan energi global, karena otomatis pasokan minyak Iran akan terhenti dan menyebabkan lonjakan harga dalam semalam.

Penguasaan AS terhadap pulau Kharg, juga dapat berubah menjadi gempa geopolitik, karena dapat membawa konsekuensi besar bagi Iran dan dunia.

Sumber-sumber di kalangan pejabat AS membenarkan ada pembicaraan dan pertimbangan serius dari pihak Amerika Serikat,  untuk mengambil alih atau merebut Pulau Kharg (Kharg Island) di Iran.

 

Skakmat bagi Iran

Pejabat AS dan analis termasuk laporan dari berbagai media dunia secara terbuka membahas opsi ini sebagai bagian dari eskalasi.

Utusan Khusus AS untuk Ukraina,  mantan Letnan Jenderal Keith Kellogg secara publik mendorong AS mengambil Pulau Kharg,  untuk mematikan pendapatan minyak Iran dan melemahkan ekonomi mereka secara total.

Analis American Enterprise Institute, Michael Rubin menyebutnya “checkmate ultimate” (skakmat pamungkas) terhadap Iran. Rekomendasinya bahkan beredar di Dewan Keamanan Nasional AS.

Laporan terbaru dari Axios dan Jerusalem Post menyebut AS dan Israel mempertimbangkan pengiriman pasukan khusus (special forces) ke Iran, termasuk untuk merebut stok uranium tinggi dan menguasai Kharg Island sebagai target ekonomi.

Ada prediksi pasar seperti di Manifold Markets yang memberi peluang sekitar 18-20% AS atau Israel menduduki pulau itu sebelum Juni 2026.

Hingga ini belum ada operasi darat atau pengambilalihan fisik yang terjadi di Kharg.

Serangan udara AS-Israel telah menarget area sekitar Kharg, tapi operasi pemuatan minyak masih berlanjut setelah serangan awal menurut satelit dan data Bloomberg hingga awal Maret.

Sumber lain menyebut jika perebutan pulau Kharg dilakukan, ini akan menjadi eskalasi besar melibatkan pendaratan amfibi atau pasukan khusus.

Hal itu bisa berisiko tinggi karena Iran bisa membalas dengan menutup Selat Hormuz, menyerang fasilitas energi di kawasan Teluk, atau Iran melakukan sabotase sendiri atas pulau itu.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025