Dua kapal tersebut merupakan very large crude carrier (VLCC), yakni Pertamina Pride dengan pengelolaan kapal oleh NYK serta Gamsunoro yang berada di bawah manajemen Synergy Ship Management.
Berdasarkan laporan Pertamina International Shipping (PIS) pada Senin (2/3/2026), Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan (loading) dan saat ini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi. Sementara itu, kapal Gamsunoro masih menjalani proses loading di Khor al Zubair, Irak.
Sementara dua kapal PIS lainnya, yaitu PIS Paragon dan PIS Rinjani, dilaporkan berada di luar wilayah perairan Timur Tengah tersebut.
“Yang menjadi perhatian kami yang utama adalah keselamatan para kru dan keselamatan kargo kami. Tentunya kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dari Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait lainnya. Kami juga mendorong agar situasi di sana semakin baik,” tutur Simon.
PIS saat ini mengoperasikan sekitar 345 kapal untuk mendukung distribusi energi. Dari total armada tersebut, sebanyak 266 kapal melayani pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) dan avtur, 27 kapal mengangkut minyak mentah, 45 unit melayani distribusi LPG, serta 7 unit mendukung pengangkutan petrokimia sekaligus berperan sebagai floating storage.
Selain menjaga pasokan melalui impor, Simon menambahkan Pertamina juga akan terus mendorong peningkatan produksi energi domestik.
“Kita kan punya kerja sama di Blok Cepu ya, jadi sama-sama harus maksimal. Dengan penambahan fasilitas di sana kita dorong supaya produksinya bisa meningkat,” kata Simon. (P-Zamir)



