28.2 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024

    Nah !!! Akhirnya Lansia Indonesia 60 tahun ke atas bisa ikut vaksinasi Covid-19, totalnya 21,5 juta orang

    Terkait

    Jakarta, 30/12/20 (SOLUSSInews.com) – Pemerintah kini mengeluarkan kebijakan baru. Yakni, memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada tiga kelompok.

    Yaitu petugas kesehatan (health workers), petugas pelayanan publik (public workers) dan lanjut usia (Lansia). Baru selanjutnya, vaksinasi akan diberikan kepada masyarakat lainnya. Demikian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

    Ketiga kelompok itu menjadi prioritas, diungkapkan Budi, setelah Kementerian Kesehatan (Kemkes) berkonsultasi dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (Itagi), Selasa (29/12/20).

    “Ini adalah badan independen yang memberikan advice ke Menteri Kesehatan terkait dengan program vaksinasi. Badan independen ini ada di setiap level. Contohnya di WHO ada juga ada badan independen untuk imunisasi yang namanya SAGE. Kita berdiskusi dengan mereka, dan tahapannya akan kami sampaikan sebagai berikut,” jelas Budi Gunadi Sadikin.

    Jokowi sayang Nakes

    Dikemukakannya, untuk tahap pertama, vaksinasi akan diberikan kepada petugas tenaga kesehatan yang berjumlah 1,3 juta orang yang tersebar di 34 provinsi.

    Mengenai vaksinasi tenaga kerja kesehatan ini, Budi menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo, agar vaksinai dilakukan secara bertahap dan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian.

    “Bapak Presiden menyampaikan kepada saya pribadi, bahwa beliau sangat sayang kepada petugas nakes ini. Jadi walaupun katanya bisa dilakukan cepat, coba di lakukan secara bertahap dan hati-hati,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

    Presiden juga menyampaikan vaksinasi harus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia secara bersamaan. Karena siapa pun petugas tenaga kerja kesehatan, baik di Aceh, Yogyakarta maupun Papua, mereka sama-sama garda terdepan yang paling penting untuk menghadapi pandemi Covid-19. “Jadi arahannya, kita akan lakukan berbarengan di 34 provinsi,” tukas Budi Gunadi Sadikin.

    Lansia tahap tiga

    Tahap kedua, vaksinasi akan diberikan kepada petugas publik yang berjumlah 17,4 orang dan tahap ketiga diberikan kepada masyarakat Lansia, di atas 60 tahun dengan jumlah sebanyak 21,5 juta orang. “Sesudah itu, nanti masyarakat normal akan mulai diimunisasi,” tutur Budi Gunadi Sadikin.

    Untuk perbandingan, kata Budi, setiap negara memiliki tahapan imunisasi yang berbeda-beda. Tetapi yang seragam di semua negara, pasti tahapan pertamanya adalah tenaga kesehatan. Mengapa? Karena mereka adalah garda terdepan. Tenaga kesehatan adalah orang-orang yang paling penting di masa pandemi krisis Covid-19.

    “Jadi apa yang kita lakukan pertama kali konsisten yang dilakukan di Inggris, Amerika, semua negara bahwa tenaga kesehatan merupakan prioritas pertama yang akan kita vaksin,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

    Namun untuk tahap kedua dan selanjutnya, masing-masing negara berbeda-beda. Di beberapa negara, ada yang melakukan tahapan kedua berdasarkan umur. “Di kita, public workers dulu. Mengapa? Karena memang kita membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa vaksin yang bisa digunakan nanti bisa berlaku untuk usia di atas 60 tahun,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

    Menurutnya, hasil uji klinis tahap III vaksin Sinovac di Bandung dilakukan untuk rentang usia 18-59 tahun. Itu sebabnya, hasil diskusi Kementerian Kesehatan dengan Itagi, secara scientific memang disarankan menggunakan vaksin Sinovac sesuai dengan yang hasil uji klinis III di Bandung.

    “Sebagai informasi, vaksin Sinovac di luar Bandung, uji klinis yang dilakukan di Turki, Brasil, itu juga diberikan ke orang-orang dengan grup usia di atas 60 tahun. Kami sudah berbicara dengan BPOM untuk mengooordinasikan hal ini. Sehingga nanti BPOM akan melengkapi datanya, sebelum mengambil keputusan akhir mengenai rentang usia yang bisa diberikan vaksin,” papar Budi Gunadi Sadikin.

    Vaksin buatan Pfizer

    Lebih lanjut Budi menerangkan, vaksin buatan Pfizer telah mendapatkan emergency use authrization dari MHRa London, FDA Amerika dan Ema di Eropa. Vaksin Pfizer boleh diberikan kepada penduduk berusia di atas 60 tahun.

    “Dan karena vaksinnya kita yang akan datang nanti ada empat jenis, otomatis keragaman itu akan ada,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

    Selain itu, dikarenakan sebagian besar vaksin akan datang di sekitar semester kedua atau akhir kuartal kedua 2021, sehingga vaksinasi Lansia, tahapannya ditaruh di belakang. Karena pemerintah ingin memastikan semua data scientific mengenai pemberian vaksin ke kelompok lansia sudah disetujui oleh BPOM.

    “Saya juga pastikan, bahwa pemberian vaksin kepada petugas kesehatan hanya akan dilakukan sesudah ada persetujuan dari BPOM. Karena kita percaya sekali bahwa data science itu yang akan jadi pegangan kita. BPOM juga sudah bekerja baik dengan Kementerian Kesehatan, sudah berbicara dengan otoritas di Turki, di Brazil, di Tiongkok, saya percaya BPOM bisa mengambil keputusan yang independen dan berdasarkan kepada science,” papar Budi Gunadi Sadikin. (S-BS/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini