
Dewan pembina PNT, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, memberikan sambutan Nataru PNT (Foto: rfp)PRIORITAS, 28/1/25 (Jakarta): Komunitas Paimpuluan Ne Tonsea (PNT), Sulawesi Utara, di Jakarta dan sekitarnya, sukses menggelar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Sabtu (24/1/26) yang berlangsung meriah di auditorium Mutiara STIK/PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebanyak 800-an warga Tonsea mewakili 55 perkumpulan Watasi, yang datang dari berbagai komunitas Tonsea di Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Banten (Jabotabekban), memadati auditorium milik kepolisian RI itu.

Ketua umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Angelica Tengker memberikan sambutan. (Beritaprioritas/rfp)
Acara peringatan kelahiran Yesus Kristus dan perayaan menyambut Tahun Baru ini, membuktikan soliditas yang luar biasa dari warga Tonsea di Jabotabekban.
Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Angelica Tengker, dalam sambutannya menekankan falsafah Esa Lalan Esa Toroan (satu jalan satu tujuan). Dia menyebutkan, Tonsea merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Walewangko, rumah besar Kawanua. Dalam semangatnya, Angelica mengajak seluruh warga untuk terus menjaga keharmonisan dan persatuan di tanah rantau.

Sementara itu, dari Dewan Pembina PNT, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, mengatakan budaya Tonsea dalam bingkai Keindonesiaan, memberikan arahan strategi mengenai pemaknaan budaya dalam konteks hubungan sosial.

Usai acara Nataru PNT, panitia berfoto bersama (Ist.)
Pusung yang juga Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), juga menekankan, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan instrumen penting dalam mempererat hubungan sosial di perantauan.
Pusung berpesan agar setiap warga PNT mampu menjadi Duta Budaya Tonsea yang membawa nilai-nilai luhur daerah ke dalam bingkai besar Keindonesiaan.
Acara yang dipandu dengan apik oleh duo MC kawakan, Lodewyk Ticoalu dan Devie Tirayoh di bawah arahan Vino Pangkey, juga diisi dengan atraksi budaya Minahasa. Satu di antaranya tari Kabasaran dari sanggar ‘Matungkas’ yang memukau penonton dengan nuansa kultural yang kental, dibawa binaan Michael Alexander Kambey.
Kemeriahan semakin lengkap dengan tampilnya artis berkelas, seperti, Conny Constantya Pinontoan di puncak acara ini. Dan, penampilan tiga juara Tonsea Idol, Vincenza Gabriel Samantha, Lifia Greacela Pattyreuw, dan Jeanet Wulan Maria Manua.

Conny Constantya Pinontoan, tampil memukau audiens Nataru PNT (Beritaprioritas/rfp)
Para tamu yang hadir, disambut dengan kuliner khas yang didatangkan langsung dari Minahasa Utara (Minut). “Manyala Tonseaku,” ujar ketua umum PNT, Brigjen Pol Christ R. Pusung dan ketua panitia Noldy Sumakto mengapresiasi semangat Tonsea yang tetap menyala. Tagline “Manyala Tonseaku!” menjadi simbol energi murni “Dari, Oleh, dan Untuk Orang Tonsea”.
Hadir pada kesempatan ini, sejumlah tokoh masyarakat, khususnya tokoh asal Tonsea, antara lain, Mayjen TNI Izak Pangemanan, Marsda TNI Dr. Jorry S. Koloay, Irjenpol Dr. Winston Tommy Watuliu, Linda Lubis Sundah, dan Poppy Suhandinata Tumengkol. (P-rp/dl)

