Seorang nenek lanjut usia Mongolia berusia 87 tahun masih berprofesi sebagai pelatih kuda tinggal di Argalant sum, provinsi Tuv.(ebuberkiyaman)PRIORITAS, 15/2/26 (Ulan Bator): Mongolia tahun 2026 ini mencatat terdapat 166 orang penduduk berusia 100 tahun ke atas.
Jumlah ini meski bukan rekor dunia, tetapi membawa makna sukacita bagi negara yang memiliki populasi penduduk 3,5 juta jiwa.
Menurut data yang dirilis Kantor Statistik Nasional Mongolia, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Mongolia News, hari Minggu (15/2/2026), jumlah orang berusia 100 tahun ke atas meningkat sebanyak 7 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas itu, 128 di antaranya adalah perempuan dari total populasi 3,5 juta jiwa di negara Asia tersebut.
Jumlah tersebut juga menunjukkan perempuan cenderung hidup lebih lama daripada laki-laki.
Hari lansia
Sensus ini dilakukan bertepatan dengan Tahun Baru Imlek atau Tahun Kuda yang akan datang, yang secara lokal dikenal sebagai Bulan Putih, yang melambangkan awal musim semi dan akhir musim dingin.
Menurut kalender lunar, Bulan Putih tahun ini dimulai pada tanggal 18 Februari, yang juga dianggap sebagai hari libur tradisional untuk menghormati para lanjut usia (lansia).
Selama hari libur tersebut, pemerintah secara tradisional mengirimkan hadiah kepada orang-orang yang berusia 100 tahun atau lebih. Penduduk tertua di negara itu, seorang wanita berusia 108 tahun.
Seperti biasa, para orang lansia di Mongolia akan menerima hadiah kenang-kenangan dan dukungan keuangan dari negara, sebagai pengakuan atas umur panjang dan kontribusi mereka kepada masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Mongolia telah mengalami pergeseran demografis yang moderat.
Negara ini memiliki banyak populasi warga relatif muda dibandingkan dengan banyak negara Asia Timur.
Adanya peningkatan akses layanan kesehatan, program vaksinasi, dan perawatan ibu telah berkontribusi pada peningkatan harapan hidup, yang sekarang berada di kisaran 70–73 tahun.
Gaya hidup
Pihak berwenang setempat khawatir tantangan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan, termasuk polusi udara di ibu kota selama bulan-bulan musim dingin dan penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup.
Para pejabat mengatakan kebijakan yang mendorong perawatan kesehatan preventif, jangkauan medis pedesaan, dan dukungan kesejahteraan lansia, sedang diperkuat seiring dengan pertumbuhan populasi warga berumur panjang yang terus bertambah.
Meningkatnya jumlah warga Mongolia yang telah mencapai usia seratus tahun menjadi sebuah tonggak sejarah yang dirayakan sebagai pencapaian pribadi dan kebanggaan nasional
Jepang tertinggi
Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Jepang masih mencatatkan jumlah penduduk berusia panjang umur tertinggi secara global, dengan lebih dari 100.000 orang kini berusia 100 tahun atau lebih.
Pencapaian ini dikaitkan dengan layanan kesehatan kelas atas, pola makan sehat, dan budaya yang menghormati para lansia, membuktikan umur panjang bukanlah keberuntungan tetapi disiplin pada cara hidup.
Data tahun 2025 lalu dari Stats Globe, Jepang memilik 123.300 orang berusia 100 tahun ke atas. Diikuti Amerika Serikat di posisi kedua dengan 73.629 orang, kemudian China di urutan ketiga memiliki 48.566 orang warga usia 100 tahun plus.
Negara lain yang masuk 10 besar memiliki penduduk tertua di dunia untuk usia rentang 100 tahun ke atas juga termasuk India (37.988 orang), Perancis (33.220), Italia (23.277), Rusia (20.299), Jerman (19.476), Inggris (18.408), dan Spanyol (16.522).(P-Jeffry W)