
Salah satu bagian kaca jendela gereja pecah kena lemparan.(Dok/sulutzone)PRIORITAS, 1/12/25 (Manado): Sebagai organisasi pemuda gereja terbesar di Indonesia Timur, Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM (KPPSG), menyampaikan sikap resmi organisasi. Sikap ini merespons peristiwa pengrusakan yang terjadi di gedung Gereja GMIM Silo Watuliney Wilayah Belang, Minahasa Tenggara, pada Minggu (30/11/25).

Adapun sikap resmi KPPSG tertuang dalam Press Release menegaskan 3 poin utama:
1.Mengecam keras segala bentuk kekerasan dan pengrusakan rumah ibadah yang mencederai nilai kemanusiaan dan hukum.
Selajutnya KPPSG kemudian mengajak seluruh elemen Pemuda GMIM untuk merapatkan barisan dalam doa, menyerahkan proses penegakan hukum kepada pihak berwajib, dan tetap menjadi pembawa damai di tengah situasi ini.
“Solidaritas dan doa kami untuk Jemaat GMIM Silo Watuliney. Tuhan Yesus memberkati dan memulihkan kita semua. Obor Pembangunan! Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM,” kata rilis KPPSG yang disebar. (P-*r/am)


