Pemerintah imbau warga hindari puncak arus balik akhir pekan ini

Khalied Malvino
Kamis, 26 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 25/3/26 (Bekasi): Pemerintah meminta masyarakat tak pulang pada 28–29 Maret 2026. Pasalnya, dua hari itu diprediksi menjadi puncak arus balik Lebaran 2026.

Imbauan itu disampaikan Menteri Koordinator PMK Pratikno. Dia berbicara usai meninjau kondisi lalu lintas di Jasa Marga Toll Road Command Center, Bekasi, Rabu (25/3/26).

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menumpuk di tanggal 28–29 di hari-hari akhir libur ini,” kata Pratikno.

Pratikno meminta warga mengatur waktu perjalanan lebih awal. Tujuannya agar kendaraan tidak menumpuk di satu waktu bersamaan.

Arus mudik tahun ini secara umum lancar. Tapi volume kendaraan naik antara 4,6 hingga hampir 5 persen dibanding tahun lalu.

“Terjadi kenaikan ya 4,6 sampai hampir 5 persen. Demikian juga dengan penyeberangan juga sangat tinggi, tetapi alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar,” ujar Pratikno.

Kabar baiknya, angka kecelakaan turun sekitar 16 persen selama periode mudik. Pratikno menyebut kelancaran ini berkat koordinasi lintas instansi dan sistem pemantauan berbasis data.

Untuk arus balik, kenaikannya diperkirakan sekitar lima persen.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan data terkini. Hingga Rabu siang, sekitar 2,04 juta kendaraan sudah kembali ke Jakarta.

Tapi sebelumnya ada sekitar 2,5 juta kendaraan meninggalkan Jakarta. Artinya masih banyak kendaraan belum balik.

“Artinya masih ada sisa dari kurang lebih 2,5 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Dikurangi yang sudah masuk, itulah yang menjadi PR kita untuk bisa kita urai pada puncak arus balik,” ucap Kapolri.

Puncak arus balik hari ini tercatat 256.338 kendaraan dalam sehari. Angka itu lebih tinggi dari Lebaran 2025 yang hanya 223.163 kendaraan.

Pemerintah terus berupaya mengurai kepadatan agar tidak makin parah di penghujung libur. (P-Khalied M

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025