Partai Demokrat gelar perayaan Imlek Nasional, AHY: Momentum pertegas komitmen kebangsaan

Herling Tumbel
Kamis, 19 Februari 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 19/2/26 (Jakarta): Untuk pertama kalinya, Partai Demokrat menggelar perayaan Imlek Nasional. Partai di bawah pimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 Masehi sebagai momentum untuk mempertegas komitmen kebangsaan dan penguatan nilai-nilai multikulturalisme di Indonesia.

“Bagi Demokrat, perayaan Imlek bukan sekadar tradisi, melainkan simbol kehangatan, persatuan, dan harapan baru bagi seluruh bangsa Indonesia,” kata AHY dalam sambutan pada acara yang dgelar di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/26) sore. Acara tersebut mengangkat tema “Harmoni Nusantara: Bersama Kita Kuat – Bersatu dalam Harapan Indonesia”.

“Demokrat adalah rumah besar untuk semua suku, agama, ras, etnis, dan budaya. Kita tidak pernah membeda-bedakan dari mana kita berasal,” tegas AHY.

Disebutkan, perayaan Tahun Baru Imlek ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan Partai Demokrat, dihadiri lebih dari 1.000 orang.

AHY menekankan warga Tionghoa merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia, dengan hak dan tanggung jawab yang setara sebagai anak bangsa.

“Semangat Imlek yang sarat nilai kebersamaan dan harapan baru selaras dengan komitmen Demokrat dalam merawat kebinekaan di Indonesia serta harus dimaknai sebagai energi untuk memperkuat solidaritas nasional,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Source: demokrat.or.id)

Bukan sekadar jargon

AHY melanjutkan, sebagai partai nasionalis religius, Demokrat konsisten mendukung kebijakan yang memperkuat persatuan. Ditambahkannya, sikap tersebut sejalan dengan langkah Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 Tahun 2014 yang mengganti istilah ‘Cina/China/Tjina’ menjadi ‘Tionghoa’ serta menghapus berbagai praktik diskriminatif di masyarakat sebagai bentuk rekonsiliasi bersejarah.

“Bhinneka Tunggal Ika, Unity in Diversity, bukan sekadar jargon. Ini adalah kesepakatan kolektif kita sebagai bangsa,” kata AHY.

Selain itu, dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menegaskan pembangunan nasional harus bersifat inklusif, adil, dan merata.

“Infrastruktur bukan hanya soal fisik, melainkan juga penghubung harapan dan pembuka kesempatan, dengan prinsip no one left behind, no region left behind, no generation left behind,” ungkap AHY.

“Warisan terbesar bangsa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan toleransi, persatuan, kepercayaan, dan keutuhan sosial,” jelasnya.

Merry Riana Ketua Panitia

Merry Riana, Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional Partai Demokrat. (Beritaprioritas/ht) 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Imlek Partai Demokrat 2026, Merry Riana, menyampaikan, perayaan tahun ini mengusung pesan persatuan dan keberagaman sebagai fondasi bangsa.

Merry mengaku terharu atas penunjukan dirinya menjadi ketua panitia. Ia menegaskan, perayaan Imlek ini menjadi simbol persatuan nasional. Ia juga menyampaikan posisi Partai Demokrat sebagai partai yang inklusif dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat.

“Ini adalah pesan bahwa Indonesia itu indah karena beragam. Ini adalah pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan alasan untuk saling merangkul dalam kebersamaan,” kata Merry Riana dalam laporannya.

Saat menyampaikan laporan di depan para petinggi Partai Demokrat, termasuk Ketua Majelis Tinggi yang juga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Merry menampilkan foto dan video saat sejumlah kader baru Demokrat berlatar belakang etnis Tionghoa menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) partai tersebut.

Dihadiri banyak pejabat

Sejak awal acara, kemeriahan sudah terasa di lokasi. Pertunjukan barongsai yang enerjik, dilanjutkan dengan atraksi liong yang meliuk-liuk, membuat nuansa Tionghoa memenuhi ruangan Ballroom Djakarta Theater.

Bian Lian. (Beritaprioritas/ht)

Sambutan makin meriah saat seni pertunjukan Bian Lian, disuguhkan oleh dua orang seniman Tiongkok dengan keterapilan prima. Bian Lian adalah seni pertunjukan Tiongkok yang berasal dari Opera Sichuan di mana aktor mengganti topeng berwarna-warni secara sekejap dalam hitungan detik.

Selain AHY dan SBY, hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.

Hadir juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron, Bendahara Umum Irwan Fecho, Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Pejabat lain yang hadir adalah Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat sekaligus Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Wasekjen Agust Jovan Latuconsina, Wasekjen Renanda Bachtar, Direktur Eksekutif Sigit Raditya, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, serta pengurus DPP Partai Demokrat lainnya.

Pertunjukan-pertunjukan menarik

Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. (Beritaprioritas/ht)

Dalam acara itu, SBY berkenan mengumandangkan sebuah lagu ciptaannya berjudul Hening. Selain itu, sambutan Duta Besar Singapura untuk Indonesia yang disebut sahabat AHY,  Kwok Fook Seng.

AHY juga memberikan tanda penghargaan “Nusantara Harmony Award” kepada sejumlah tokoh yang dianggap berkontribusi dalam bidang masing-masing.

Mereka antara lain Dewi Kam (pengusaha sektor energi dan tambang), Irwan Hidayat (Direktur Sido Muncul), Siti Hartarti Murdaya (pengusaha, Ketua Umum Walubi), Susi Susanti (mantan pebulutangkis Juara Olimpiade), Deddy Courbuzier (Influencer), dan Dato’ Low Tuck Kwong (pengusaha batu bara).

Para penerima “Nusantara Harmony Award”. (Beritaprioritas/ht)

Ditampilkan pula  ritual tradisional Tionghoa, Yusheng.  Yusheng adalah salad ikan mentah khas yang menjadi tradisi wajib saat perayaan Tahun Baru Imlek, terutama di Singapura dan Malaysia.

Salad ikan mentah tersebut melambangkan kelimpahan, kemakmuran, dan keberuntungan. Hidangan ini terdiri dari irisan ikan (umumnya salmon) serta sayuran warna-warni, disajikan dengan ritual “lo hei” yaitu mengaduk dan mengangkat salad setinggi mungkin dengan sumpit.

Ritual tradisional Yu Sheng, dipandu sejumlah pemenang Miss Tionghoa Indonesia 2024-2025. (Source: Dok. MTI)

Ritual itu dilakukan puluhan undangan di meja di atas panggung, termasuk tuan rumah AHY, SBY, dan para petinggi Demokrat lainnya.

Acara menarik lainnya adalah lelang lukisan SBY dengan objek kuda api sebagai shio tahun 2577/2026. Lukisan terjual kepada penawar tertinggi, konglomerat Dato’ Dr. Low Tuck Kwong, seharga Rp6,5 miliar. Disebutkan, seluruh dana tersebut akan disalurkan Partai Demokrat untuk keluarga-keluarga praseajhtera dari kalangan Tionghoa, dan masyarakat lain yang membutuhkan seperti para korban banjir di Sumatera dan tempat lain. (P-ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025