Panitia Paskah Nasional merespons baliho tanpa foto Gubernur Sulut, Pdt Ricky Tafuama: Ini standar acara nasional

Selvijn MJR
Selasa, 7 April 2026
DAERAH Sosial 0 551
2 menit membaca

PRIORITAS, 7/4/26 (Manado): Merespons riuh media sosial terkait baliho Paskah Nasional yang tidak menyertakan foto Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Panitia Paskah Nasional akhirnya memberikan penjelasan resmi.


Ini menyusul kritikan yang dilontarkan oleh Hendrik ‘Opo’ Manosoh, dimana menilai absennya wajah orang nomor satu di Sulut tersebut sebagai sebuah persoalan simbolik.

Lantas, ​Wakil Sekretaris Paskah Nasional, Pdt Ricky Tafuama, menegaskan, desain baliho tersebut telah sesuai dengan protokol acara berskala nasional.

Disebutnya, tidak disertakannya foto Gubernur Sulut maupun para Menteri pendukung bukanlah bentuk pengabaian, melainkan aturan baku dalam publikasi acara kenegaraan.


​Pdt Ricky juga menjelaskan, dalam struktur publikasi acara nasional, fokus utama biasanya hanya diberikan kepada Kepala Negara dan panitia pelaksana.

​”Ini acara Nasional. Para Menteri pendukung acara ini juga tidak disertakan fotonya dalam baliho resmi panitia. Mengapa? Karena dalam acara nasional seperti ini, hanya Presiden dan panitia inti yang ditonjolkan,” ujar Ricky dalam keterangan resminya.

Ada publikasi inisiatif sendiri

​Lebih lanjut, Ricky meluruskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Gubernur, tetap terlihat nyata melalui inisiatif publikasi mandiri.

Ia juga menyebutkan, Gubernur Sulut telah menunjukkan dukungan besar dengan memasang baliho-baliho ucapan selamat datang di berbagai titik strategis.

​”Jika gubernur hendak mendukung, maka seharusnya gubernur yang membuat baliho tersendiri sebagai bentuk dukungannya terhadap acara ini. Dan saya kira itu sudah dilakukan Gubernur Sulut,” tambahnya.

Ia mencontohkan keberadaan baliho Gubernur Sulut di area Bandara Sam Ratulangi yang menyambut kedatangan Pak Hasyim serta para tamu VVIP lainnya.

Waspadai upaya adu domba

​Pihak panitia menyayangkan analisa politik yang dilemparkan oleh Opo Manosoh.

Ricky menilai, pernyataan tersebut tidak tepat dan justru berpotensi menciptakan gesekan antara pemerintah pusat dan daerah.

​”Saya justru khawatir pernyataan dan analisa seperti ini adalah bentuk upaya membentur-benturkan Presiden, Pak Hasyim, dan Gubernur. Ini politik memecah belah persatuan dari pihak yang tidak mendukung acara ini,” tegas Ricky, yang kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu.

​Panitia berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu teknis terkait desain baliho dan tetap fokus pada esensi serta kesuksesan perayaan Paskah Nasional yang membawa pesan perdamaian bagi bangsa. (P-*r/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan