PRIORITAS, 19/8/26 (Palu): Samsat Palu mencatat penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) Rp50,72 miliar hingga minggu kedua Agustus 2026. Capaian tersebut sudah mencapai 61 persen dari target penerimaan tahun ini.
Kepala UPTB Wilayah I Kota Palu Zulfahmi mengatakan capaian itu khusus berasal dari wilayah Kota Palu. Penerimaan tersebut belum mencakup bagian opsen untuk pemerintah kabupaten dan kota.
“Per Agustus minggu kedua, realisasinya di angka Rp50,725 miliar atau mencapai 61 persen dari target,” kata Zulfahmi. Ia menyampaikan keterangan tersebut di Palu, Rabu (19/8/2026).
Pemerintah menetapkan target PKB Wilayah I Kota Palu sekitar Rp82 miliar pada 2026. Karena itu, Samsat optimistis dapat mencapai target tersebut hingga akhir tahun.
Insentif pajak mulai dongkrak penerimaan
Menurut Zulfahmi, program insentif pajak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ikut mendorong peningkatan penerimaan. Program tersebut memberikan keringanan bagi masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan.
Ia mengatakan tren tahun sebelumnya menunjukkan insentif pajak mampu meningkatkan pendapatan asli daerah. Kebijakan tersebut juga mendorong masyarakat menyelesaikan kewajiban pajaknya.
“Kalau ada program insentif pajak, itu cukup mendongkrak pendapatan asli daerah,” ujar Zulfahmi seperti dilansir dari Antara News. Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap penerimaan PKB.
Selama program insentif berlangsung pada 3–17 Agustus 2026, Samsat Palu mencatat penerimaan sekitar Rp6,156 miliar. Dari jumlah tersebut, pembayaran tunggakan PKB mencapai sekitar Rp719 juta.
Samsat keliling buka malam hari
Selain memberikan insentif, Samsat Palu memperluas akses pelayanan melalui Samsat Keliling. Layanan tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang sulit datang pada jam kerja.
Zulfahmi mengatakan layanan itu menyasar masyarakat yang bekerja pada jam pelayanan reguler. Dengan demikian, wajib pajak tetap memiliki kesempatan membayar kewajiban kendaraan mereka.
“Samsat Keliling untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Zulfahmi. Ia menilai pelayanan fleksibel dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.
Samsat Keliling di Lapangan Vatulemo beroperasi pada Jumat dan Sabtu malam. Jadwal tersebut menyasar warga yang tidak sempat mengakses pelayanan pada siang hari.
Sementara itu, layanan Samsat Keliling pada Minggu hadir di kawasan car free day. Lokasinya berada di depan Rumah Jabatan Gubernur Siranindi.
Wajib pajak diminta manfaatkan layanan
Zulfahmi mengatakan layanan keliling memberi pilihan waktu pembayaran yang lebih fleksibel. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk membayar pajak secara tepat waktu.
Selain layanan keliling, masyarakat juga dapat memanfaatkan program insentif pajak yang tersedia. Kedua kebijakan tersebut diharapkan membantu masyarakat menyelesaikan kewajiban tanpa menunggu tunggakan semakin besar.
Ia mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah yang memiliki kendaraan bermotor segera memenuhi kewajiban pajaknya. Menurutnya, kepatuhan masyarakat akan turut memperkuat penerimaan daerah.
Dengan realisasi Rp50,72 miliar, Samsat Palu masih harus mengejar sekitar Rp31,28 miliar. Nilai tersebut menjadi selisih menuju target penerimaan PKB sekitar Rp82 miliar pada 2026.
Samsat Palu berharap tren penerimaan tetap positif hingga akhir tahun. Dukungan insentif dan layanan keliling menjadi strategi untuk menjaga momentum tersebut. (P-*Ant/sm)








