
Detik-detik terbongkarnya kasus penyelundupan puluhan ribu pil ekstasi oleh kopilot Malaysia Airlines di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (28/7/26) malam. (Courtesy: Antara)PRIORITAS, 4/8/26 (Kuala Lumpur): Seorang staf atau petugas Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) diduga membantu penyelundupan ekstasi ke Indonesia oleh oknum kopilot Malaysia Airlines berinisial MSO. Kepolisian Malaysia (PDRM) menyatakan telah mengidentifikasi keterlibatan petugas bandara tersebut.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) Bukit Aman, Malaysia, Datuk Hussein Omar Khan, mengatakan, individu tersebut akan segera dipanggil untuk memberikan keterangan.
“Individu tersebut termasuk di antara staf yang terlibat dalam pemeriksaan di KLIA, kami akan menggali untuk dimintai keterangan dan jika terbukti kami akan melakukan penangkapan,” kata Hussein seperti dilaporkan kantor berita Malaysia, BERNAMA, di Kuala Lumpur, Selasa (4/8/26).
Dilansir dari Antara, Hussein mengatakan penyelidikan awal sejauh ini menunjukkan fakta bahwa tersangka MSO memperoleh narkoba di sebuah apartemen di Ampang, Malaysia.

Dikatakan, pemeriksaan juga menunjukkan bahwa tersangka MSO datang ke KLIA pada pagi hari dan menitipkan bagasi berisi narkoba, sebelum meninggalkannya di KLIA dan terbang ke Kota Kinabalu, Malaysia.
Berdasarkan penelusuran, setelah dari Kinabalu, MSO kembali ke Kuala Lumpur mengambil koper berisi ekstasi, kemudian berangkat ke Jakarta dengan bagasi tersebut.
Lebih jauh Hussein mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu informasi dari Kepolisian Republik Indonesia untuk dapat mengirimkan para personelnya ke Indonesia, untuk membantu memberikan keterangan.
Sebelumnya, Bea Cukai RI menangkap kopilot asal Malaysia berinisial MSO yang membawa 70.114 butir ekstasi seberat 26 kg.
Kopilot asal Malaysia berinisial MS (Mohd Saufi bin Othman) itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa malam, 28 Juli 2026.
Pelaku yang merupakan kopilot maskapai Malaysia Airlines dalam rute penerbangan Kuala Lumpur ke Jakarta (MH 727) itu, memanfaatkan jalur khusus kru pesawat (special treatment) di Bandara Soetta demi menghindari pemeriksaan. (P-Ant/ht)

