Minat pasar tinggi, Indonesia berpeluang perkuat liquidity hub aset kripto

Zamir Ambia
Minggu, 16 Agustus 2026
Crypto EKBIS 0 288
2 menit membaca

PRIORITAS, 16/8/26 (Jakarta): Indonesia memiliki peluang memperkuat posisi sebagai liquidity hub aset kripto di kawasan. Tingginya minat pasar domestik dan ketertarikan proyek blockchain global menjadi modal bagi Indonesia untuk memperbesar perannya di tingkat regional.


Vice President of Business Development Indodax James Eugene mengatakan Indonesia perlu memperkuat ekosistem blockchain, terutama dari sisi builders, likuiditas, dan kepastian regulasi. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem aset kripto.

“Mereka (proyek global) melihat Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar dan likuiditas yang kuat. Namun, likuiditas sendiri jauh lebih kompleks karena melibatkan banyak aktor, sehingga diperlukan sinergi untuk mengembangkan produk dan ekosistem bersama,” kata James dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Perkuat ekosistem blockchain

James menilai pelaku industri perlu membangun sinergi agar Indonesia mampu mengembangkan produk dan infrastruktur blockchain berstandar global. Kolaborasi antarpelaku juga dapat memperluas likuiditas serta memperkuat daya tarik pasar domestik.


Ia menyebut peningkatan jumlah builders menjadi salah satu aspek penting. Para pengembang perlu menciptakan produk dan infrastruktur berkualitas sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar pengguna aset digital.

Regulasi jadi faktor penting

Selain builders dan likuiditas, James menilai kepastian regulasi turut menentukan perkembangan industri aset kripto. Pelaku usaha membutuhkan arah kebijakan yang jelas agar dapat menyusun rencana investasi dan mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.

Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara inovasi, kebutuhan pasar, dan kepatuhan terhadap regulasi. Bursa kripto juga harus menempatkan perlindungan konsumen sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem.

Bidik posisi crypto hub Asia Tenggara

James menilai penguatan builders dan likuiditas dapat membantu Indonesia memperbesar peluang menjadi crypto hub Asia Tenggara. Likuiditas perlu tumbuh dari sisi penawaran dan permintaan agar mampu menghubungkan proyek, bursa, investor, serta berbagai pelaku dalam ekosistem blockchain.

Dengan penguatan ekosistem, produk global, dan kepastian regulasi, Indonesia berpeluang meningkatkan perannya dalam industri aset digital regional. Kondisi tersebut juga dapat menarik lebih banyak proyek, modal, dan inovasi blockchain ke pasar Indonesia. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan