‘May Day’: Prabowo jadi presiden ketiga di dunia rayakan Hari Buruh Internasional

Jeffrey Rawis
Jumat, 1 Mei 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/5/26 (Jakarta): Hari Jumat (1/5/26) ini, Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 bersama ratusan ribu buruh di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Adapun kehadiran kepala negara dimanfaatkan buruh untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepadanya.


Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Ely Rosita Silaban menyebut Prabowo menjadi salah satu kepala negara di dunia yang merayakan May Day bersama buruh kita.

“Bapak adalah presiden ketiga di seluruh dunia yang merayakan hari buruh bersama buruh, setelah Bolivia dan Venezuela,” ujar Ely penuh semangat.

Meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO)


Selanjutnya dalam orasinya, Ely menyampaikan sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah RI. Yakni salah satunya ialah dorongan agar Indonesia segera meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Nomor 188 terkait perlindungan pekerja sektor perikanan kita.

Adapun tuntutan tersebut sejalan dengan aspirasi buruh dalam beberapa tahun terakhir ini. Yakni mereka menilai ratifikasi konvensi ILO penting untuk memperkuat perlindungan pekerja di sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Di samping itu, buruh juga menyoroti perlunya pembaruan regulasi ketenagakerjaan RI. Dimana isu yang diangkat mencakup sistem kontrak kerja, pengupahan, hingga praktik outsourcing yang dinilai masih merugikan pekerja kita.

Selanjutnya buruh berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih adil serta memberikan kepastian kerja kita.

Adapun aspirasi tersebut menjadi bagian dari tuntutan luas serikat pekerja dalam peringatan May Day tahun 2926.

Kemudian, isu perlindungan pekerja perempuan turut menjadi perhatian mereka. Yaitu, buruh mendorong ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi tenaga kerja kita.

Lalu, perhatian juga diberikan kepada pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online RI. Yaitu, buruh menilai kebijakan yang inklusif diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja ini.

Selanjutnya, dalam orasinya, perwakilan buruh menekankan pentingnya sinergi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha kita. Yakni, mereka berharap pemerintah terus hadir bersama buruh dalam setiap momentum peringatan Hari Buruh ini.

Seruan solidaritas

Selanjutnya orasi ditutup dengan seruan solidaritas. “Hidup buruh! Hidup pemerintah Indonesia! Hidup pengusaha!” seru Ely pada akhir pidato, dikutip Beritasatu.com.

Adapun peringatan May Day 2026 di Monas sendiri diperkirakan dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah, menjadikannya salah satu perayaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini. (P-*r/Bst/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan