Layak kandidat ’Fight of the Year’, Zayas atasi Baraou untuk raih juara dunia WBA

Wolter Rumapar
Selasa, 3 Februari 2026
Tinju 0 433
2 menit membaca

PRIORITAS, 3/2/26 (Puerto Rico): Petinju asal Puerto Rico, Xander Zayas berhasil mengatasi pertarungan sengit melawan Abass Baraou untuk merebut gelar juara dunia kelas menengah super (70 kg) World Boxing Association (WBA) di Coliseum Jose Miguel Agrelot, San Juan, Puerto Rico.

Zayas harus bertarung hingga batas kemampuannya sebelum akhirnya menyingkirkan petinju asal Jerman tersebut melalui kemenangan lewat keputusan terbelah (split decision) dalam laga melelahkan yang sejak awal layak dipertimbangkan sebagai kandidat Fight of the Year.

WBA dalam laman resminya, Selasa (3/2/26) Wib menyebut dalam ketegangan yang menyelimuti arena saat kartu penilaian dibacakan: 116–112 untuk Zayas, 116–112 untuk Zayas, dan 116–112 untuk Baraou. Zayas yang bernama lengkap Xander Yaniel Zayas Castro yang lahir pada 5 September 2002 di San Juan, Puerto Riko bertumbuh dalam budaya tinju yang kental. Dimana, negeri yang melahirkan legenda-legenda seperti Felix Trinidad, Miguel Cotto, dan Wilfredo Gómez kembali memunculkan sosok petinju muda dengan bakat luar biasa Xander Zayas.

Zayas andalkan kecepatan

Sejak bel pembuka berbunyi, pertandingan berjalan tidak mudah bagi Zayas. Baraou tampil agresif dengan gaya bertarung khas Eropa yang menekan, terus melancarkan serangan dan memaksa Zayas bertarung sambil mundur sepanjang paruh pertama laga.

Zayas menampilkan kecemerlangan teknik yang selama ini menandainya sebagai seorang prodigi, yakni petinju dengan bakat luar biasa sejak usia muda. Dia mengandalkan kecepatan serta kombinasi pukulan tajam dan presisi untuk sesaat menghentikan laju Baraou.

Namun, daya tahan Baraou terbukti luar biasa. Memasuki ronde kedelapan, kedua petinju sama-sama menunjukkan bekas kerasnya pertarungan yang berlangsung intens. Ronde-ronde akhir berlangsung sangat ketat. Baraou unggul dalam volume pukulan pada ronde kesembilan dan kesebelas, sementara Zayas mendaratkan pukulan-pukulan yang lebih bersih dan berdampak besar pada ronde kesepuluh serta ronde kedua belas yang dramatis.

Pada ronde terakhir, kedua petinju berdiri kokoh di tengah ring dan saling melancarkan serangan keras hingga bel penutup berbunyi. Ketika kemenangan split decision diumumkan, sorak sorai penonton yang memadati arena menegaskan lahirnya penguasa baru di kelas 154 pon.

Dengan kemenangan tersebut, Zayas yang tetap mempertahankan rekor tak terkalahkan dengan 21 kemenangan, termasuk 12 kemenangan knockout (KO), masuk ke jajaran eksklusif juara dunia WBA dan menempatkan dirinya di antara nama-nama elite di divisi kelas menengah super.

Dikutip Antara, WBA menambahkan bahwa Kemenangan dengan selisih tipis itu justru menambah nilai istimewa dalam perjalanan karier Zayas, sekaligus membuktikan kemampuannya untuk bertahan dan meraih kemenangan di bawah tekanan ekstrem pada level tertinggi olahraga tinju. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025