KSP Dudung Abdurachman ajak perkuat persatuan dan waspada informasi di era ‘post-truth’

Johanes Christiaan
Kamis, 30 April 2026
KESRA NASIONAL 0 305
2 menit membaca

PRIORITAS, 30/4/2026 (Jakarta): Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan peran strategis Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus melakukan monitoring terhadap berbagai persoalan yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat.


Dalam pernyataannya, Dudung meminta dukungan dan doa restu agar KSP dapat menjalankan fungsi tersebut secara maksimal, termasuk dalam mengawal program-program nasional seperti hilirisasi dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan komitmennya terhadap integritas dalam menjalankan tugas. “Kalau tidak benar, saya babat,” tegasnya ketika berindak selaku keynote speech pada Kongres PIKI VII 2026, di Hotel Lumire Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dudung juga menyinggung pentingnya kesadaran bela negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.


Ia mengingatkan bahwa perkembangan geopolitik dunia, seperti konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan Iran dan Amerika Serikat, dapat berdampak luas dan memicu gejolak antarnegara. “Kita harus waspada,” harap Dudung.

Mengutip pemikiran Soekarno, Dudung menyampaikan bahwa tantangan bangsa ke depan akan semakin berat. Jika dahulu perjuangan melawan penjajah, maka kini tantangan justru bisa datang dari dalam negeri sendiri.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap arus informasi di era post-truth, di mana kebohongan yang diulang-ulang berpotensi dianggap sebagai kebenaran. Karena itu, setiap informasi harus diuji dan diverifikasi sebelum dipercaya atau disebarkan.

Menurut Dudung, persatuan Indonesia telah teruji oleh berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini terbukti dari sejarah perjuangan para pahlawan bangsa yang rela berkorban demi mempertahankan kemerdekaan.

Melalui momentum Kongres Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di atas segala perbedaan. “Tidak boleh ada yang merasa lebih benar atau lebih beriman dari yang lain. Kita semua satu di bawah Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Dudung membagikan tiga kunci sukses yang diharapkan dapat menjadi pedoman ke depan, khususnya bagi PIKI:

1. Lupakan masa lalu, jangan terus menengok ke belakang.
2. Lakukan yang terbaik hari ini.
3. Masa depan adalah cita-cita yang harus diperjuangkan.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kemajuan suatu negara tidak semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh kebaikan, moral, dan akhlak yang dimiliki oleh bangsa tersebut. (P-bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan