Komisi I DPR dorong pemerintah jembatani konflik Thailand-Kamboja

Zamir Ambia
Senin, 28 Juli 2025
NEWS Parlemen 0 320
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/7/25 (Jakarta): Komisi I DPR mendorong pemerintah Indonesia agar lebih proaktif dalam membantu meredakan konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Menurut anggota Komisi I, TB Hasanuddin, Indonesia memiliki posisi penting dan pengaruh besar di kawasan ASEAN, sehingga dapat berperan sebagai mediator atau penghubung dalam upaya menjalin komunikasi antara kedua negara yang sedang berselisih.


“Sebagai negara besar dan berpengaruh di ASEAN, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam menjembatani komunikasi antara Kamboja dan Thailand. Baik melalui diplomasi bilateral maupun dalam kerangka ASEAN,” imbuh TB Hasanuddin kepada wartawan, Senin (28/7/25).

Ia meminta pemerintah untuk segera melakukan pendekatan diplomatik kepada negara-negara anggota ASEAN guna mencegah eskalasi konflik dan mendorong tercapainya penyelesaian damai. TB Hasanuddin juga menyarankan agar Malaysia selaku ketua ASEAN saat ini segera menginisiasi pertemuan antara pemimpin kedua negara guna membicarakan solusi atas sengketa yang terjadi.

“Karena penyebabnya soal perbatasan, saya menyarankan sebaiknya kedua kepala negara, Kamboja dan Thailand, segera diundang oleh ketua ASEAN, yaitu Malaysia,” katanya.


Sebaiknya ditangani oleh ASEAN

Ia menilai, penyelesaian konflik di wilayah Asia Tenggara sebaiknya ditangani langsung oleh ASEAN agar kredibilitas dan kekompakan organisasi regional tersebut tetap terjaga.

“Jika diperlukan, ASEAN harus mengadakan pertemuan khusus di tingkat kepala negara untuk menyelesaikan sengketa ini secara damai dan konstruktif,” ujarnya.

Diketahui, bentrokan bersenjata antara militer Thailand dan Kamboja di area perbatasan telah berlangsung selama empat hari, dengan jumlah korban jiwa mencapai 35 orang hingga Minggu (27/7/25). Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyerukan kepada kedua negara untuk menghentikan aksi kekerasan dan memulai perundingan, namun konflik masih terus terjadi. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan