Kapal-kapal kecil Iran yang sebelumnya direncanakan ikut dalam latihan perang di selat Hormuz. (iranint’l)PRIORITAS, 1/2/26 (Doha): Militer Iran akhirnya membatalkan latihan perang dengan China dan Rusia di selat Hormuz, karena khawatir memicu perang dengan pasukan dan armada kapal perang Amerika Serikat, yang saat ini sedang siaga tinggi di Teluk Persia dan laut Arab.
Semula latihan perang Iran dan dan sekutunya itu akan digelar 1 hingga 2 Februari 2026. Namun tiba-tiba dibatalkan.
Informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Minggu (1/2/2026), pembatalan itu akibat adanya ancaman serius dari Central Command (Centcom) atau komando pusat militer AS di Timur Tengah.
Centcom sehari sebelumnya sudah memberi ultimatum keras tidak akan menolerir dan tetap akan menembak kapal atau pesawat Iran, China dan Rusia apapun, yang coba mendekat ke arah armada AS di kawasan itu.
“Kami harus menjamin keamanan pasukan, kapal, dan pesawat Amerika di Timur Tengah dan tidak akan mentolerir tindakan yang ‘tidak aman'”, tegas Centcom.
Adanya rencana latihan perang Iran tersebut dinilai sangat beresiko tinggi, karena sebagai provokasi dan telah menambah eskalasi ke arah perang terbuka di Timur Tengah.

Selat Hormuz di antara Iran dan Oman. (osint)
Ditunda dan dipindahkan
Media pro Iran, Al Mayadeen, melaporkan latihan angkatan laut gabungan Iran-China-Rusia di Selat Hormuz baru saja dibatalkan.
Disebutkan, China dan Rusia tidak akan mengerahkan kapal angkatan laut ke wilayah tersebut, setidaknya hingga pertengahan Februari 2026.
Kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran, mengumumkan latihan angkatan laut Republik Islam bersama dengan China dan Rusia ditunda sampai akhir Februari 2026.
Selain itu Iran memindahkan lokasi latihan ke Samudera Hindia bagian utara, lebih jauh dari selat Hormuz.
“Latihan angkatan laut kedelapan, yang dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 2 dan 13 Februari dengan partisipasi Angkatan Laut Garda Revolusi , Tentara Republik Islam, Tiongkok, dan Rusia, telah ditunda hingga akhir bulan ini”, lapor media Tasnim.
Menurut laporan tersebut, lokasi latihan yang dikenal sebagai ‘Sabuk Keamanan Maritim’ ini, akan berada di Samudra Hindia bagian utara.
Iran menilai tujuan yang dinyatakan dari latihan perang ini, adalah untuk memperkuat kerja sama maritim multilateral.
Beberapa media sebelumnya juga melaporkan latihan tersebut akan diadakan di Selat Hormuz, Laut Oman, dan Samudra Hindia.
Perilaku tidak aman
Centcom mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan Iran agar tidak mengadakan latihan di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS mengingatkan Garda Revolusi harus menahan diri dari perilaku “tegang dan tidak aman” di jalur internasional ini.
Pernyataan Centcom selanjutnya menyebutkan Selat Hormuz adalah salah satu jalur perdagangan global terpenting, dan rata-rata sekitar 100 kapal komersial melewati jalur air ini setiap hari.
Komando Pusat AS mengakui hak Iran untuk “beroperasi secara profesional” di perairan dan wilayah udara internasional.
Meski begitu Centcom menegaskan perilaku tidak aman apa pun di dekat pasukan AS, mitra regional, atau kapal komersial dapat meningkatkan risiko tabrakan dan meningkatkan ketegangan.(P-Jeffry W)