PRIORITAS, 10/11/25 (Columbia): Kesehatan gigi ternyata punya peran besar dalam mencegah penyakit serius. Studi baru menemukan, kondisi mulut yang buruk dapat meningkatkan risiko stroke pada orang dewasa.
Riset dari University of South Carolina, Columbia, Amerika Serikat (AS), menyoroti kaitan antara penyakit gusi dan gigi berlubang dengan kemungkinan stroke yang lebih tinggi dibanding orang dengan mulut sehat.
“Kami menemukan bahwa orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke hampir dua kali lipat dibandingkan mereka dengan kesehatan mulut yang baik, bahkan setelah memperhitungkan faktor risiko kardiovaskular,” ujar Souvik Sen, Ketua Departemen Neurologi di universitas tersebut.
Penelitian ini melibatkan hampir 6.000 orang dewasa berusia rata-rata 63 tahun dan berlangsung lebih dari dua dekade. Hasilnya, hanya 4,1 persen peserta dengan mulut sehat yang pernah mengalami stroke.
Risiko meningkat jadi 6,9 persen pada penderita penyakit gusi, dan melonjak hingga 10 persen pada mereka yang juga memiliki gigi berlubang.
Setelah memperhitungkan berat badan serta kebiasaan merokok, risiko stroke naik 44 persen pada penderita penyakit gusi, dan 86 persen pada mereka yang memiliki gigi berlubang sekaligus.
Gusi bermasalah tingkatkan risiko stroke
Ahli menjelaskan, bakteri dari infeksi mulut bisa menyebar ke pembuluh darah dan memicu gangguan kardiovaskular. Mekanisme ini dapat menyebabkan pembekuan darah yang berujung stroke.
Temuan ini memperkuat studi sebelumnya yang menunjukkan adanya bakteri mulut dalam plak pembuluh darah. Penumpukan plak memberi tekanan pada arteri dan meningkatkan potensi stroke iskemik.
“Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kesehatan mulut mungkin menjadi bagian penting dari upaya pencegahan stroke,” kata Sen.
Rutin menyikat gigi, memeriksakan diri ke dokter gigi, dan menjaga pola makan bukan sekadar rutinitas. Langkah sederhana ini melindungi otak dan jantung, karena kesehatan gigi erat kaitannya dengan tubuh yang lebih kuat. (P-Khalied M)








