PRIORITAS, 12/10/26 (Jakarta): Pemerintah Indonesia dan Prancis resmi memperkuat kerja sama strategis di bidang kebudayaan. Kemitraan ini mencakup perluasan visibilitas budaya, perfilman, sastra, permuseuman, serta proyek revitalisasi 10 warisan situs sejarah di tanah air.
Kesepakatan penting ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, di Paris, Prancis, Rabu (7/10/26).
"Indonesia dan Prancis memiliki hubungan budaya yang panjang dan sangat kaya. Kami ingin kemitraan ini semakin konkret, resiprokal, dan memberi ruang yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara," ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Senin (12/10/26).
Promosi budaya Nusantara di Prancis
Sebagai bentuk implementasi dari Deklarasi Borobudur 2025, Indonesia menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan eksposur budaya di Prancis.
Deklarasi Borobudur 2025 adalah kesepakatan kemitraan strategis di bidang kebudayaan yang diadopsi oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 29 Mei 2025 di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Deklarasi ini bertujuan mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui diplomasi dan pertukaran budaya.
Menbud menjelaskan, beberapa agenda yang direncanakan meliputi konser dan resital musik tradisional Indonesia, pameran mode (fashion show) yang memadukan tekstil tradisi dengan kreativitas kontemporer, dan pameran seni rupa karya seniman Indonesia.
Revitalisasi 10 proyek cagar budaya prioritas
Di sektor pelindungan warisan sejarah, Kementerian Kebudayaan RI kembali menggandeng ALIPH Foundation. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan konservasi Masjid Wapauwe di Maluku pada 2025.
Terdapat 10 proyek prioritas di 8 provinsi yang masuk dalam daftar revitalisasi bersama ini:
1. Rumah Tjong A Fie (Sumatera Utara)
2. Rumah Betang (Kalimantan Barat)
3. Kawasan Kota Tua Jakarta & Museum Bahari (DKI Jakarta)
4. Candi Borobudur (Jawa Tengah) – Fokus pada pelindungan relief dari dampak perubahan iklim.
5. Desa Sendangduwur (Jawa Timur)
6. Gua Leang Karampuang (Sulawesi Selatan)
7. Rumah Vernakular Mabur (Nusa Tenggara Timur)
8. Gereja Santo Petrus dan Paulus (Maluku)
9. Desa Adat Kaitetu (Maluku)
10. Museum Rumphius (Maluku)
Untuk meningkatkan kapasitas tata kelola museum dan konservasi situs-situs tersebut, Indonesia berkolaborasi dengan Centre des monuments nationaux (CMN), lembaga resmi pelestarian monumen bersejarah di Prancis.
Dobrakan baru di industri film dan sastra
Kerja sama bilateral ini juga menyentuh sektor industri kreatif, khususnya sinema. Pemerintah mendorong pembentukan Indonesia International Film Co-production Fund yang ditargetkan aktif pada 2027, dengan dukungan teknis dari Centre National du Cinéma et de l'Image Animée (CNC) Prancis.
Langkah ini diperkuat dengan rencana partisipasi aktif Indonesia di Festival Film Cannes 2028 serta pelaksanaan Indonesia-France Film Lab ke-3 di JAFF Market.
Sementara di bidang literasi, kedua negara menandai hubungan sejarah lewat peringatan 150 tahun perjalanan penyair Prancis, Arthur Rimbaud, ke Jawa (Semarang dan Salatiga) pada 1876.
Saat ini, program residensi sastra Rimbaud 2026–2027 telah berjalan, menghadirkan penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert di Semarang sejak September lalu.
Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, menyambut baik perluasan kolaborasi ini dan menegaskan kesiapan institusi Prancis untuk mendukung penuh pelestarian cagar budaya serta pertukaran keahlian antarkendua negara. (P-*/ht)








