Kepala staf PM Inggris mundur gara-gara kasus Epstein

Jeffry Wuisan
Senin, 9 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 9/2/26 (London): Kepala staf Perdana Menteri (PM) Inggris, Morgan McSweeney,  mengundurkan diri dari jabatannya, gara-gara dampak kasus pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Senin (9/2/2026), McSweeney, mengundurkan diri setelah ia mengakui menyarankan penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar untuk Washington, yang terkait dengan kasus Epstein.

Mandelson akhirnya dipecat perdana menteri Inggris, Keir Starmer, September tahun lalu terungkap ia pernah mempunyai hubungan dekat dengan Epstein.

Media France 24 melaporkan, meskipun McSweeney tidak terkait langsung dengan Epstein, namun Kepala staf PM Inggris itu menghadapi berbagai tekanan di dalam negeri. Ia akhirnya memilih mundur dari jabatannya.

“Setelah mempertimbangkan dengan saksama, saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pemerintahan. Keputusan untuk menunjuk Peter Mandelson adalah salah. Dia telah merusak partai kita, negara kita, dan kepercayaan pada politik itu sendiri,” kata kepala staf Downing Street, Morgan McSweeney, dalam sebuah pernyataan.

McSweeney mengungkapkan, dirinya sendiri yang memberi masukan kepada PM Keir Starmer, untuk menjadikan Peter Mandelson sebagai Dubes di AS.

“Saya menyarankan Perdana Menteri untuk melakukan penunjukan itu, dan saya bertanggung jawab penuh atas saran tersebut,” tambahnya.

 

Bocorkan rahasia Inggris

Pengunduran diri McSweeney itu terjadi bersamaan dengan pernyataan kementerian luar negeri Inggris, yang sedang meninjau pembayaran pesangon kepada Mandelson.

Mandelson, tokoh kunci dalam politik Inggris dan Partai Buruh selama beberapa dekade, menerima perkiraan pembayaran antara £38.750 dan £55.000 ($52.000 hingga $74.000) setelah hanya tujuh bulan menjabat, menurut laporan di Sunday Times.

Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS, tampaknya menunjukkan Mandelson diduga membocorkan informasi rahasia pemerintah Inggris kepada Epstein.

Pengungkapan ini telah memicu penyelidikan polisi terhadap Mandelson (72 tahun), atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan telah meluncurkan peninjauan terhadap pembayaran pesangon kepada Mandelson, setelah kasus pembocoran rahasia itu terungkap.

Mantan duta besar itu adalah salah satu dari sekian banyak tokoh terkemuka dunia yang dipermalukan akibat pengungkapan dokumen-dokumen terbaru Jeffrey Epstein, yang meninggal di penjara pada tahun 2019 saat menghadapi tuduhan dugaan perdagangan seks.

 

Ikut mundur

Media Sky News merilis, Direktur komunikasi Perdana Menteri Inggris, Tim Allan, hari Senin juga mengumumkan mengundurkan diri.

Ia baru lima bulan menjabat setelah ditunjuk untuk menstabilkan pemerintahan di Downing Street.

Pengunduran diri Allan kurang dari 24 jam, setelah Morgan McSweeney.

Hubungan Lord Mandelson dan pelaku pedofilia Jeffrey Epstein terungkap pekan lalu, dan tuduhan dengan cepat diarahkan kepada Mr. McSweeney karena mendorong pengangkatannya.

Namun, Allan baru menjadi kepala komunikasi seminggu sebelum Lord Mandelson dipecat September lalu, jadi ia tidak terlibat dalam pengangkatannya. Belum diketahui apa alasan Allan mundur.

PM Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan hebat setelah McSweeny dan Allan mengundurkan diri.

Beberapa anggota parlemen Partai Buruh secara terbuka menyerukan agar Sir Keir mundur dari jabatannya terkait seluruh kejadian itu.

Namun, Downing Street tetap bersikap menantang pada Senin siang, dengan juru bicara perdana menteri mengatakan Sir Keir tidak akan mengundurkan diri dan suasana hatinya “optimis dan percaya diri”.

Menteri Ketenagakerjaan dan Pensiun Inggris, Pat McFadden, sebelumnya bersikeras Starmer harus tetap menjabat meskipun telah melakukan “kesalahan besar” dengan menunjuk Mandelson.

Sekutu dekat Starmer mengatakan partai tersebut harus tetap mendukung perdana menteri.

“Dia (Starmer) harus realistis dan menerima bahwa ini adalah kisah yang mengerikan, bahwa penunjukan ini adalah kesalahan besar,” kata McFadden, kepada televisi BBC.

McFadden menilai kesalahan sebenarnya terletak sepenuhnya pada Peter Mandelson, yang mengajukan diri untuk pekerjaan itu, meskipun ia punya hubungannya dengan Epstein.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025