Kendaraan listrik makin pesat, iGreen+ bidik 1.000 SPKLU di Indonesia

Zamir Ambia
Rabu, 12 Agustus 2026
6 menit membaca

PRIORITAS, 12/8/26 (Jakarta): iGreen+ menargetkan pembangunan hingga 200 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2026 untuk memperkuat dan memperluas ketersediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia. Dalam jangka menengah, perusahaan juga berencana memperluas jaringannya hingga mencapai 1.000 SPKLU.


Langkah ekspansi ini dilakukan sejalan dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya dinilai semakin krusial agar pengguna kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor, dapat dengan mudah mengakses fasilitas pengisian baterai yang praktis dan cepat.

CEO PT Niscala Energi Indonesia Lawrence menyebut pembangunan jaringan SPKLU merupakan langkah strategis dalam menopang perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Ini merupakan ajang menarik, karena di Indonesia sudah fokus pada energi listrik, makanya kami sangat menghargainya,” kata Lawrence kepada wartawan di Pos Indonesia, Jakarta, Rabu (12/8/26).


Menurutnya, ketersediaan SPKLU menjadi semakin krusial seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Meski pertumbuhan pasar kendaraan listrik Tanah Air masih berada di bawah Thailand, perkembangan di Indonesia dinilai berlangsung cukup cepat.

“Indonesia bisa dibilang sedikit terlambat dari Thailand, tetapi dengan melihat perkembangan yang pesat, Indonesia bisa menyeimbangkan posisi dengan Thailand,” tuturnya.

Fast charging berdaya 120kw

Lawrence menyampaikan, iGreen+ menyadari pentingnya fasilitas pengisian daya yang cepat bagi konsumen, khususnya saat kapasitas baterai kendaraan sudah menipis. Oleh sebab itu, perusahaan membangun jaringan SPKLU dengan teknologi ultra-fast charging berbasis DC berdaya 120 kW. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam dan terhubung dengan aplikasi seluler sehingga pengguna dapat mengaksesnya dengan lebih mudah.

“Penyediaan teknologi Ultra Fast Charging 120 kW ke atas yang teruji mampu menjawab kebutuhan operasional nyata para pengemudi kendaraan listrik saat ini,” imbuhnya.

Lawrence menuturkan, langkah tersebut memperoleh respons positif dari sejumlah mitra proyek. Sejalan dengan itu, iGreen+ berencana memperluas jaringan SPKLU secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia.

“Dalam beberapa tahun ke depan kami memiliki target 1.000 SPKLU, kami mengerti bagaimana kebutuhan konsumen terhadap kendaraan listrik,” katanya.

Pada tahap awal, iGreen+ membidik pembangunan sebanyak 200 titik SPKLU. Jaringan tersebut akan dikembangkan secara lebih luas dan tidak terpusat di sejumlah lokasi saja, sehingga pengguna dapat lebih mudah menemukan fasilitas pengisian daya, termasuk di sepanjang jalur tol.

“200 target tahun ini, kemudian berikutnya 1.000 SPKLU,” ucap Lawrence.

Ditopang ekosistem lokal

Lawrence menyebut pengembangan jaringan SPKLU di Indonesia turut ditopang oleh ekosistem lokal serta dukungan teknologi, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.

“Kami punya lokal ekosistem, company besar, kami punya posisi yang besar, kami punya hardware yang besar dan berpusat di China,” ujarnya.

Dari aspek perangkat lunak, iGreen+ mengembangkan sistem yang menunjang operasional SPKLU. Lawrence menjelaskan, perusahaan menempatkan kemudahan penggunaan sebagai salah satu prioritas utama karena sistem tersebut berperan besar dalam menentukan pengalaman pengguna.

“Software tim untuk mendukung semua kebutuhan di SPKLU, semua berawal dari software dan sangat friendly. Di Thailand sudah menjadi nomor satu, oleh karenanya kami membawa ke Indonesia,” katanya.

Ia juga memastikan, pemantauan terhadap stasiun pengisian dilakukan secara berkelanjutan. Perawatan rutin juga dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pada perangkat.

“Kami bisa membantu untuk memudahkan konsumen dalam menggunakan SPKLU ini. Kami terus memantau stasiun pengisian listrik ini agar masyarakat Indonesia tidak mengalami kendala dalam pengisian,” ujarnya.

“Kami juga melakukan rutin maintenance, karena produk ini bisa saja suatu saat akan mengalami kendala. Oleh karenanya, kami fokus untuk memanjakan konsumen,” sambungnya.

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan