Kemnaker gandeng Tiktok cetak talenta digital dan perluas peluang kerja baru

Giovanni Riung
Kamis, 16 April 2026
EKBIS 0 323
2 menit membaca

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker): Prof. Yassierli, Ph.D. (Humas Kemnaker)


PRIORITAS, 16/4/2026 (Jakarta): Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital melalui kolaborasi dengan TikTok Indonesia dalam program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok). Inisiatif ini difokuskan pada peningkatan keterampilan digital guna membuka akses peluang kerja yang lebih luas di ekosistem ekonomi digital.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi digital nasional berlangsung pesat dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan. Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mendekati USD 100 miliar, dengan sektor e-commerce sebagai kontributor utama.

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya menciptakan pasar baru, tetapi juga mengubah pola kerja masyarakat. Aktivitas ekonomi kini berkembang ke ranah digital melalui berbagai peran seperti kreator konten, live streamer, affiliator, hingga pelaku usaha berbasis platform.


Program BISA Bareng TikTok pada tahap awal diikuti 1.400 peserta yang terdiri dari 400 peserta luring dan 1.000 peserta daring. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari instruktur pelatihan, tim komunikasi, hingga masyarakat umum seperti pencari kerja dan pelaku usaha mikro.

Materi pelatihan mencakup pengembangan kemampuan sebagai host live streaming serta penguatan kapasitas content commerce. Selain itu, program ini juga menerapkan skema training of trainers (ToT) guna memperluas jangkauan pelatihan melalui balai-balai pelatihan di berbagai daerah.

Kemnaker menargetkan program ini mampu melahirkan hingga 100.000 alumni dalam satu tahun. Sasaran tersebut diarahkan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja sekaligus memperkuat kewirausahaan berbasis digital.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktis melalui metode pembelajaran langsung, sehingga peserta dapat menguasai pembuatan konten, strategi promosi, serta teknik penjualan berbasis digital secara aplikatif.

Perwakilan TikTok Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka akses pelatihan yang lebih inklusif, sekaligus mendukung pengembangan keterampilan masyarakat agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal.

Melalui sinergi antara pemerintah dan platform digital, penguatan kompetensi tenaga kerja diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong daya saing Indonesia dalam ekonomi digital yang terus berkembang. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan