Kemenhub: Penerbangan domestik menurun saat Nataru, rute internasional meningkat

Zamir Ambia
Rabu, 31 Desember 2025
2 menit membaca

PRIORITAS, 31/12/25 (Jakarta): Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat mobilitas penumpang pesawat selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 lebih banyak didorong oleh penerbangan internasional dibandingkan rute dalam negeri.


Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa jumlah penumpang domestik mengalami penurunan sekitar dua persen, sementara trafik penerbangan internasional justru menunjukkan tren peningkatan.

“Jadi flight dengan jumlah penumpang berbeda. Jadi pada flight naik, tetapi jumlah penumpang turun,” kata Dudy di Jakarta, Rabu (31/12/25).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengungkapkan bahwa secara akumulatif pada periode 18–30 Desember 2025, jumlah penumpang penerbangan internasional naik sekitar lima persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.


“Untuk penerbangan internasional, penumpangnya secara kumulatif naik lima persen dari 18 Desember sampai 30 Desember 2025,” ucap Lukman.

Meningkat empat persen

Lukman menambahkan, pada rentang waktu yang sama, total penerbangan internasional secara akumulatif juga mencatat kenaikan sebesar 7,2 persen. Adapun secara harian hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang internasional meningkat sekitar empat persen, sementara frekuensi penerbangan relatif stagnan dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Lukman menyebut pergerakan penumpang penerbangan domestik secara kumulatif pada periode 18–30 Desember 2025 justru turun 2,2 persen, meski jumlah penerbangan dalam negeri tercatat naik sekitar 2,01 persen.

“Pesawatnya ada, tetapi penumpangnya turun. Itu terjadi di penerbangan domestik,” ucap Lukman.

Jika digabungkan antara penerbangan dalam negeri dan luar negeri, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat secara kumulatif jumlah penerbangan selama periode Nataru tumbuh 0,9 persen, dengan peningkatan jumlah penumpang sebesar 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Lukman mengungkapkan tingkat pemanfaatan penerbangan tambahan atau extra flight secara nasional telah mencapai 71,51 persen. Dari total 1.120 penerbangan tambahan yang disiapkan, sebanyak 799 di antaranya telah direalisasikan, yang terdiri atas 788 penerbangan domestik dan 11 penerbangan internasional.

“Kita juga sudah melakukan extra flight sampai dengan 1.120 flight, dan sudah terpakai 799 penerbangan. Di mana domestik 788 flight dan internasional 11 flight. Artinya terpakai 71,51%. Jadi seat itu masih ada kalau kita lihat dari extra flight yang sudah kita berikan,” tutur Lukman. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan