PRIORITAS, 2/1/26 (Bern): Kembang api dari pengunjung pada saat malam tahun baru, diduga kuat menjadi penyebab terjadinya kebakaran hebat, yang menewaskan 40 orang di bar Le Constellation di resor ski mewah Alpen Swiss, Crans-Montana.
Aparat kepolisian setempat juga menepis adanya serangan teroris sehingga bar tersebut meledak dan terbakar.
Menurut media setempat seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Jumat (2/1/2026), memang dalam kebakaran itu sempat ada ledakan, namun itu diduga akibat dari gas yang berada di dapur bar.
“Ada laporan bahwa seorang wanita berada di pundak seseorang menggunakan kembang api yang dimasukkan ke dalam botol sampanye dan kemungkinan menyebabkan langit-langit dan kain terbakar”, kata sejumlah laporan.
Sebuah video dari dalam bar menunjukkan awal mula kebakaran, dengan langit-langit yang terbakar.
Laporan lain menyebutkan, bar tersebut memiliki banyak kayu di dalamnya, sehingga mempercepat api menjadi besar.
Jumlah korban tewas di resor ski mewah Alpen Swiss, Crans-Montana, telah meningkat menjadi 40 orang dan 100 orang terluka, beberapa di antaranya luka serius.
Tim Penyelamat Udara Swiss masih mengangkut korban setelah kebakaran di bar yang terletak di resor tersebut tadi malam. Ada di ruang bawah tanah sehingga orang-orang kesulitan mencapai pintu keluar dan panik.
Tragedi terburuk
Kebakaran di bar Le Constellation itu, digambarkan sebagai salah satu tragedi terburuk di Swiss.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, mengunjungi lokasi kejadian dan menggambarkan kebakaran itu memang mengerikan. Parmelin mengatakan banyak dari korban tewas adalah anak muda.
“Salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara kami”, ujarnya.
Ia menegaskan bendera Swiss akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri, selama lima hari sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga dan para korban.
Pihak berwenang Swiss mengatakan upaya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi para korban dan memberi tahu keluarga mereka, tetapi memperingatkan proses tersebut akan memakan waktu.

Api cepat membesar ketika terjadi kebakaran di bar resor ski di Alpen Swiss. Saat ini dilaporkan 40 orang tewas.(@nripage)
Kerumunan orang yang sebagian besar adalah anak muda telah berkumpul untuk merayakan tahun baru, ketika bar tersebut dilalap api sekitar pukul 1.30 pagi pada hari Kamis, kata polisi.
Seorang pria di lokasi kejadian mengatakan orang-orang memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.
Beberapa di antaranya mengalami luka parah. Dia mengatakan melihat sekitar 20 orang berebut keluar dari asap dan api, menyamakan kejadian itu dengan ‘film horor’.
Warga asing
Jaksa Agung Swiss, Beatrice Pilloud, pada konferensi pers menanggapi rumor soal botol sampanye yang berisi suar mungkin menjadi penyebab kebakaran tersebut.
Ia mengatakan ia tidak dapat mengkonfirmasi apa pun selama penyelidikan masih berlangsung.
Anggota dewan negara bagian Stephane Ganzer mengatakan kebakaran tersebut menghasilkan kobaran api besar.
“Api besar yang menyebar dengan sangat cepat, mirip dengan flashover – dan bukan ledakan, seperti yang disebutkan dalam laporan sebelumnya”, katanya.
Banyak orang masih menunggu kabar tentang teman dan keluarga mereka yang hilang.
Para pejabat mengatakan banyak warga negara asing yang berlibur termasuk di antara para korban.
Enam belas warga Italia dilaporkan hilang, sementara sekitar selusin warga negara Italia lainnya sedang dirawat di rumah sakit, kata Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani.

Tim penyelamat berusaha mengeluarkan para korban yang diduga pingsan akibat kebakaran di bar resor ski di Alpen Swiss.(@tparon)
Akses keluar sempit
Menurut saksi mata, orang-orang di bar tersebut kesulitan melarikan diri dari klub malam yang berada di ruang bawah tanah.
Mereka harus melalui tangga sempit dan pintu sempit, yang menyebabkan kerumunan orang berdesak-desakan.
Jaksa Agung Beatrice Pilloud tidak menampik soal tangga-tangga yang sangat sempit itu. Ia mengatakan para penyelidik akan menilai apakah tangga-tangga tersebut sesuai dengan persyaratan.
Sebanyak 42 ambulans, 13 helikopter, dan tiga truk penanggulangan bencana bergegas ke lokasi kejadian.
Para saksi mata menggambarkan para korban luka dirawat di pusat-pusat triase darurat, yang didirikan di sebuah bar terdekat dan di cabang bank UBS. Banyak dari korban luka dibawa ke rumah sakit di seluruh Swiss.
Seorang wisatawan bernama Samuel Rapp (21 tahun), mengaku sedang makan di sebuah restoran Meksiko ketika ia mendengar tentang kebakaran tersebut dan bergegas bersama pacarnya ke Le Constellation.
“Ada orang-orang yang berteriak, dan kemudian orang-orang tergeletak di tanah, mungkin sudah meninggal. Mereka menutupi wajah para korban dengan jaket”, katanya.(P-Jeffry W)