
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan berpose dengan medali usai upacara penghargaan pemenang (UPP) final tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025 di Gymnasium Thammasat University, Pathum Thani, Bangkok, Thailand, Minggu (14/12/2025). ANTARA/Nova Wahyudi.
PRIORITAS, 4/1/26 (Jakarta): Dua pebulutangkis muda Indonesia yang lagi naik daun, Alwi Farhan di tunggal putra dan Putri Kusuma Wardhani di bagian putri siapa berlaga di turnamen awal tahun 2026, Malaysia Open, 6-11 Januari.

Alwi Farhan menyebut Malaysia Open adalah momentum penting untuk mengawali perjalanan kompetisi, khususnya dalam mengumpulkan poin agar tampil dalam BWF World Tour Finals 2026. “Akan maksimalkan kesempatan dan momentum yang ada. Saya ingin mengeluarkan permainan terbaik,” kata Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI, Minggu (4/1/26).
Turnamen Super 1000 yang bergulir di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menjadi ajang pembuka kalender musim dan titik awal perburuan poin bagi para pemain menuju rangkaian turnamen sepanjang tahun ini. Di babak pertama Alwi langsung bertemu unggulan ketujuh asal Prancis, Alex Lanier.
Bila menang pemain yang digadang-gadang bakal jadi andalan tunggal putra Indonesia akan menunggu pemenang antara Nhat Nguyen (India) dan Brian Yang (Kanada). Alwi baru akan bertemu lawan terberat di babak delapan besar antara Kunlavut Vitidsaran asal Thailand yang menjadi unggulan kedua atau pemain China yang menjadi titisan Lin Dan, Weng Hong Yang atau Koki Watanabe (Jepang). Di tunggal putra, selain Alwi, juga ada Jonatan Christie.

Putri KW tampil sendiri
Sementara itu, Putri Kusuma Wardhani yang biasa disebut PUtri KW menjadikan Malaysia Open 2026 sebagai ajang menguji kesiapan permainan setelah jeda antarmusim. Putri mengaku baru kembali ke intensitas latihan penuh setelah mendapat waktu istirahat pasca World Tour Finals 2025.
Fokus utamanya mengembalikan kondisi fisik dan sentuhan permainan. “Pelatih memberi libur beberapa hari dan alhamdulillah sekarang sudah kembali fresh,” kata Putri. Menurut Putri, persiapan menghadapi Malaysia Open dijalani sekitar 10 hari yang awalnya ditekankan pada penguatan fisik sebelum masuk latihan teknik. “Fisik menjadi fokus dan latihannya diperberat. Dua hari terakhir baru lebih ke teknik,” ujarnya.
Putri menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia setelah Gregoria Mariska Tunjung mendapat proteksi peringkat untuk pemulihan kondisi vertigo. Selain tunggal putra dan putri, PBSI mengandalkan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan pasangan non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Pada ganda putri, Indonesia hanya menurunkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, sedangkan ganda campuran diisi Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. (P-WR)

