
Anak muda Batam butuh lebih banyak ruang publik untuk baca dan berdiskusi. (Istimewa)PRIORITAS, 8/12/2025 (Batam): Halaman Art Café Palm Spring di Batam Center menjadi ruang literasi terbuka bagi anak muda Batam pada akhir pekan lalu.

Acara yang diinisiasi komunitas ChikiChump, Dua Lima Project, dan Ruang Urban Batam (RUBI) itu mempertemukan para pencinta buku untuk membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan dalam suasana santai.
Isu utama yang muncul adalah minimnya ruang publik gratis dan nyaman di Batam yang dapat menampung aktivitas membaca maupun dialog komunitas.
Selain itu, akses transportasi umum yang terbatas membuat sebagian warga sulit menjangkau pusat-pusat kegiatan.

Hannah dari Dua Lima Project menilai banyak warga Batam ingin belajar dan berdiskusi, tetapi kekurangan ruang yang mendukung.
Kiki dari ChikiChump menekankan bahwa persoalan ini bersifat struktural dan menyoroti pentingnya pembangunan kota yang berorientasi pada manusia, bukan semata ekonomi.
Para komunitas berpendapat setiap kecamatan idealnya memiliki ruang publik ramah anak dan ramah literasi yang mudah diakses. Mereka berharap pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menjadikan aspirasi ini bagian dari agenda pembangunan Batam ke depan. (P-Jeff K)

