PRIORITAS, 16/3/2026 (Jakarta):Gelombang investasi baru mulai mewarnai sektor manufaktur nasional. Sejumlah perusahaan garmen asal China dilaporkan mulai membangun pabrik di berbagai kawasan industri di Jawa Barat, menghadirkan dinamika baru di tengah tantangan yang masih membayangi industri tekstil dalam negeri.
Kehadiran investor baru ini dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan bagi industri tekstil nasional. Di satu sisi, investasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan industri. Namun di sisi lain, pelaku industri lokal juga dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat, terutama dalam hal efisiensi produksi, kualitas produk, dan daya saing di pasar global.
General Manager Sales & Tenant Relations Suryacipta Swadaya, Binawati Dewi, mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan garmen dari China mulai masuk dan membangun fasilitas produksi di kawasan industri yang mereka kelola.
Menurutnya, sektor garmen menjadi salah satu yang paling dominan di antara tenant baru dari China. “Sekitar 35% tenant dari China yang masuk bergerak di sektor garmen,” ujarnya sebagaimana dilansir CNBC Indoneesia.
Masuknya investasi ini cukup menarik perhatian karena dalam beberapa tahun terakhir industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Jawa Barat menghadapi berbagai tantangan.
Sejumlah pabrik dilaporkan menutup operasi atau merelokasi produksi ke Jawa Tengah demi menekan biaya operasional, terutama terkait upah tenaga kerja dan efisiensi produksi.
Meski demikian, Jawa Barat dinilai masih memiliki daya tarik bagi investor asing karena ekosistem industrinya yang sudah terbentuk.
Dewi menjelaskan, pabrik garmen umumnya membutuhkan lahan sekitar 5 hingga 6 hektare sehingga memungkinkan pertumbuhan jumlah tenant lebih cepat dibandingkan industri besar seperti otomotif yang membutuhkan lahan hingga lebih dari 100 hektare. Masuknya sejumlah pabrik garmen baru dari China tersebut menjadi sinyal bahwa kawasan industri di Jawa Barat masih memiliki daya saing dan tetap menarik bagi investasi manufaktur. (P-*/bwl)