Ilustrasi kehidupan masyarakat ekonomi menengah.(Dok/viva.co.id)PRIORITAS, 2/11/25 (Jakarta): Kalangan kelas menengah sulit naik ke kelas atas. Hal ini kerap muncul di tengah ketimpangan ekonomi yang semakin terasa.
Menurut CEO Pineapple Money, Zach Larsen kelas menengah sering berada di tengah-tengah antara mengejar kenyamanan hidup dan tuntutan finansial.
“Banyak dari mereka berfokus pada rumah yang layak, kendaraan yang andal, dan pendidikan anak. Tabungan pensiun serta asuransi juga jadi prioritas,” ungkap Zach, dikutip Minggu (2/11/25) dan dilansir dari CNBC Indonesia.
Laporan Business Insider menunjukkan bahwa mayoritas responden dari kelas menengah berencana menabung uang mereka jika mendapat pemasukan tambahan. Sementara, kelompok berpenghasilan rendah cenderung memilih membayar utang, sementara kelompok kaya lebih suka menginvestasikannya.
Selanjutnya tujuh pembelian khas kelas menengah yang jarang dilakukan orang kaya:
Untuk warga kelas menengah terbebani utang seperti cicilan rumah, kredit mobil, hingga pinjaman mahasiswa. Berbeda dari orang kaya yang menggunakan utang untuk membeli aset produktif seperti properti, kelas menengah kerap membeli barang konsumtif secara kredit.
“Kendaraan mahal, barang mewah, atau kebutuhan non-esensial sering kali dibeli dengan utang,” ungkap pakar keuangan Jacquesdu Toit.
Kalngan kelas menengah kerap membeli produk bermerek non-luxury, misalnya gadget, pakaian, atau peralatan rumah tangga kelas menengah. “Kadang mereka terjebak keinginan untuk selalu mengikuti tren, meski harus berutang,” jelasWhaley.
Untuk investasi besar dalam pendidikan menjadi prioritas utama bagi kelas menengah, baik untuk sekolah swasta maupun perguruan tinggi. Menurut Rob Whaley dari Horizon Finance Group, pendidikan dianggap sebagai jalan untuk naik kelas sosial dan ekonomi.
Sementara kepemilikan rumah adalah pengeluaran signifikan lainnya. CEO Sell Quick California, Marc Afzal menyebut kelas menengah umumnya membeli rumah di pinggiran kota demi ruang dan kenyamanan, berbeda dengan orang kaya yang punya banyak properti premium dan kalangan bawah yang lebih sering menyewa.
Dikatakan money coach Mary Vallieu, banyak keluarga kelas menengah membeli mobil seharga Rp800 juta hingga Rp1 miliar dengan cicilan tujuh atau delapan tahun. Sementara kalangan kaya membeli mobil tunai dan kelompok miskin umumnya memakai mobil bekas atau hibah keluarga.
6. Paket Wisata
Alih-alih liburan eksklusif ala orang kaya, kelas menengah memilih paket wisata yang dianggap hemat tapi tetap memberikan pengalaman. Konser, acara hiburan, dan traveling juga menjadi pengeluaran rutin mereka.
Kelas menengah cenderung membeli versi lebih baik dari kebutuhan dasar – seperti HP mahal dan alat dapur premium. “Mereka tak selalu memilih barang terbaik, tapi tetap ingin fitur lebih,” kata Jake Claver dari Digital Ascension Group. (P-*r/am)
No Comments