

Petenis Italia Jannik Sinner beraksi dalam pertandingan babak semifinal Australian Open melawan petenis Serbia Novak Djokovic di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Xinhua/Wang Shen.

PRIORITAS, 31/1/26 (Melbourne): Petenis nomor 2 dunia, Jannik Sinner mengalami kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya di Australian Open.
Petenis berusia 24 tahun kalah dari petenis gaek yang telah berumur 38 tahun, Novak Djokovic melalui pertarungan lima set di babak semifinal yang berlangsung di Melbourne Park.
Sempat unggul dua set berbanding satu, petenis Italia itu tidak mampu menyelesaikan pertandingan dan kekecewaannya terlihat jelas setelah usai pertandingan.

Sinner memasuki pertandingan dengan mengejar gelar Australian Open ketiga berturut-turut dan telah mengalahkan Djokovic dalam lima head to head mereka sebelumnya.
“Sangat menyakitkan,” kata Sinner ketika ditanya seberapa besar rasa sakit dari kekalahan itu dalam konferensi pers pascapertandingan, dikutip dari ATP.
Dia mengakui, ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi dirinya. Tentu saja dengan mengetahui latar belakangnya, hal itu bisa terjadi.
Tidak bisa manfaatkan peluang
“Itu adalah pertandingan yang bagus dari kami berdua. Saya memiliki banyak peluang. Tidak bisa memanfaatkannya dan itulah hasilnya. Tentu saja, ini menyakitkan,” ujar petenis asal Italia itu.
Pada Jumat malam di Rod Laver Arena, unggulan kedua itu gagal memanfaatkan momen-momen penting, hanya berhasil mengkonversi dua dari 18 break point melawan petenis berusia 38 tahun itu , menurut statistik ATP.
“Saya punya peluang. Itu terjadi di set kelima. Banyak break point, saya tidak bisa memanfaatkannya. Dia melakukan beberapa pukulan hebat,” kata Sinner.
Pada final, Minggu (1/2/26), akan menjadi pertama kalinya Sinner tidak berkompetisi di babak akhir Grand Slam sejak Wimbledon 2024, ketika Alcaraz mengalahkan Djokovic.
Terlepas dari kekalahan tersebut, Sinner memuji Djokovic dan mengatakan level permainan petenis Serbia itu tidak mengejutkan.
“Dia telah memenangi 24 Grand Slam. Kami saling mengenal dengan baik, bagaimana cara kami bermain. Saya selalu mengatakan, Anda tidak boleh terkejut, karena saya merasa dia adalah pemain terhebat selama bertahun-tahun,” kata Sinner seperti dikutip Antara. (P-wr)

