Kadis Sosial Minahasa imbau peserta PBI dinonaktifkan datang aktifkan ulang

Wolter Rumapar
Selasa, 10 Februari 2026
DAERAH 0 419
2 menit membaca


PRIORITAS, 10/2/26 (Tondano):
Dinas Kesehatan Minahasa mengimbau kepada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang dinonaktifkan untuk segera datang ke kantor Dinas Sosial untuk melakukan reaktivasi atau mengaktifkan ulang.


Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Minahasa Maya Rambitan, Senin (9/2/26) di Kantor Bupati Minahasa, usai menghadap Wakil Bupati Vanda Sarundajang. Reaktivasi dimaksudkan agar segera diaktifkan kembali peserta PBI Jaminan Kesehatannya karena sejak Mei Tahun 2025 hingga 6 Februari 2026 ada 23 ribu peserta di Kabupaten Minahasa Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan telah dinonaktifkan.

12 ribu peserta dinonaktifkan

Menurut Rambitan sejak Mei hingga akhir Desember 2025 peserta PBI yang dinonaktifkan sebanyak 11 ribu. Dan dari 1 Januari hingga 6 Februari 2026 ada sebanyak 12 ribu peserta yang dinonaktifkan. Dari data yang ada, peserta yang telah melakukan reaktivasi di tahun 2025 baru 220 peserta dari 11 ribu yang dinonaktifkan.


Sedang sejak 1 Januari hingga Senin (9/2/26) yang datang ke kantor Dinas Sosial baru sekitar 100 peserta dari 12 ribu yang dinonaktifkan. Maya Rambitan mengungkapkan dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati langsung memerintahkan agar imbauan tersebut langsung disampaikan kepada para camat di 25 kecamatan untuk diteruskan kepada para kepala desa dan lurah.

Pada kesempatan itu, juga masalah dinonaktifkan peserta PBI Jaminan Kesehatan sudah disampaikan kepada Wakil Menteri Kesehatan pekan lalu di Jakarta oleh Wakil Bupati Vanda Sarundajang. Sementara itu hasil pantauan di kantor Dinas Sosial di Tondano puluhan warga sedang melakukan reaktivasi.

Sejumlah warga Ferry Pandelaki asal desa Watumea Eris, Wandy Manopo (Walantakan Langowan) dan Jemmy Rondonuwu asal Tonsea Lama meminta agar pemerintah kabupaten Minahasa segera menyelesaikan masalah tersebut. “Sehingga peserta PBI bisa berobat di rumah sakit. Apalagi ada warga yang ingin cuci darah dan melahirkan,’’ ujar mereka. Sebelumnya, Kadis Sosial mengungkapkan dari puluhan ribu peserta PBI ada sekitar 500-an warga yang mengalami penyakit kronis. (P-Adi P/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan