
Foto ilustrasi: Sebuah truk membawa pasir melintas di sekitar Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Senin (4/8/2026). (ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah).PRIORITAS, 5/8/26 (Jakarta): Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat kabar baik bagi perekonomian daerah. Jumlah pengangguran berkurang 26.320 orang pada Mei 2026 dibanding Februari 2026. Penurunan ini membuat total penganggur berada di angka 866,32 ribu orang dari 25,32 juta angkatan kerja.

Plt. Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu. Ia menegaskan bahwa angka pengangguran Jawa Timur berhasil turun sebesar 26,32 ribu orang.
BPS mencatat Penduduk Usia Kerja (PUK) Jawa Timur pada Mei 2026 mencapai 33,70 juta orang. Angka ini naik 77,28 ribu orang dari Februari 2026.
Dari total PUK tersebut, kelompok Angkatan Kerja mencakup 25,32 juta orang. Rinciannya adalah 24,46 juta orang bekerja dan 866,32 ribu orang menganggur. Sementara itu, kelompok Bukan Angkatan Kerja tercatat sebesar 8,38 juta orang.

Jumlah penduduk yang bekerja naik signifikan sebanyak 205,53 ribu orang dibanding Februari 2026. Pada periode yang sama, total angkatan kerja juga bertambah 179,21 ribu orang.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim pada Mei 2026 turun ke angka 3,42 persen. Angka ini membaik 0,13 persen poin dibanding Februari 2026. Namun, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menyumbang TPT tertinggi sebesar 5,79 persen.
Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik 0,36 persen poin menjadi 75,14 persen. TPAK laki-laki mendominasi di angka 87,80 persen, sedangkan TPAK perempuan berada di level 62,73 persen.
Herum menjelaskan bahwa tiga lapangan usaha utama masih mendominasi penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur:
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 31,77 persen
Sektor Perdagangan Besar dan Eceran: 18,63 persen
Sektor Industri Pengolahan: 14,64 persen
Sebaliknya, tiga sektor berikut mencatat penyerapan tenaga kerja terendah:
Sektor Pengadaan Listrik dan Gas: 0,16 persen
Sektor Real Estat: 0,29 persen
Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang: 0,30 persen (P-Gio R).

