Jan Maringka: Integritas dan kapasitas Prof Purnomo Yusgiantoro, pantas pimpin IKAL Lemhannas

Herling Tumbel
Kamis, 26 Maret 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 26/3/26 (Jakarta): Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI 2017- 2020, Dr. Jan Maringka, S.H., M.H., CGCAE, menilai sosok Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU,  pantas memimpin dan sangat dibutuhkan Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas).

Menurut Jan Maringka yang juga seorang advokat senior, IKAL Lemhannas bukanlah organisasi biasa. Ia merupakan wadah dari para alumni lintas angkatan yang memiliki berbagai latar belakang kepemimpinan strategis, baik sipil maupun militer sehingga figur yang akan memimpin harus memiliki standar lebih yang tidak bisa ditawar.

“Ini bukan saja soal siapa yang mau, tetapi siapa yang paling dipercaya untuk memulihkan gerak langkah IKAL secara cepat dan tepat,” ujar Jan Maringka.

IKAL Lemhannas, tambahnya, butuh figur pemimpin dengan integritas yang tidak  diragukan, serta kapasitas yang sudah teruji.

Menurut Jan Maringka, nama Prof. Purnomo Yusgiantoro, belakangan muncul  di kalangan DPD dan DPA, bukan tanpa alasan. “Rekam jejaknya dalam pemerintahan dari masa ke masa menjadi salah satu indikator kuat,” kata alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 53 tahun 2015 itu.

Jan menerangkan alasan mendukung Prof. Purnomo Yusgiantoro – sering disingkat Prof. PY – memimpin IKAL Lemhannas. Katanya, di tengah tekanan global yang kian kompleks, mulai dari krisis energi hingga ancaman terhadap masalah ketahanan pangan, kebutuhan pada solusi dan langkah jitu kepemimpinan nasional sangat dibutuhkan.

Hal itu, sambungnya, bukan saja menjadi tanggung jawab Pemerintah namun juga diperlukan partisipasi penuh dari kelompok usaha dan masyarakat.

“Kondisi faktual ini menjadi alasan  utama di sebuah organisasi strategis dan kaya pemikiran seperti IKAL Lemhannas pada sosok yang tepat dalam mengisi kebutuhan roda organisasi yang paham kondisi bangsa di tengah krisis global semacam ini untuk segera mengisi kekosongan figur Ketua Umum agar kevakuman ini tidak  berkepanjangan,” ungkap Jan.

Jan Maringka juga menyebutkan, sangat dibutuhkan figur tidak hanya dengan pengalaman panjang, tetapi sosok yang teruji dengan integritas dan profesional yang nyata dalam mengatasi berbagai persoalan dan tanpa masalah dalam hal kepemimpinan. Ia melihat kriteria itu ada pada sosok profesor kelahiran 16 Juni 1951, yang dalam Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto, menjabat Penasihat Khusus Presiden RI bidang Energi.

Dr. Jan S. Maringka, alumni PPRA 53 tahun 2015. (Ist.)

Penasihat Khusus Presiden Prabowo

Seperti diketahui, Prof. PY merupakan  tokoh nasional yang dipercaya mengisi berbagai jabatan strategis sejak awal reformasi hingga kini, Ia pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral selama dua periode, 2000- 2009 serta Menteri Pertahanan 2009- 2014 dan kini kembali menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Energi, suatu bidang yang menjadi atensi di berbagai belahan dunia.

Bagi Jan Maringka yang juga pernah menjabat Irjen Kementerian Pertanian RI 2021- 2023, wujud kepercayaan demi kepercayan Presiden dari masa ke masa bukanlah hal yang biasa.

“Beliau adalah figur yang tidak hanya kaya pengalaman, tetapi juga memiliki  integritas yang terjaga dalam melaksanakan amanah,” katanya.

Dalam pandangan Jan, salah satu aspek paling krusial dari kepemimpinan adalah komitmen dan ketaatan terhadap hukum. Hal ini menjadi penting, terutama dalam organisasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.

Di titik ini, ia menilai Prof. Purnomo memiliki rekam jejak yang jelas dan mampu menjaga amanah. “Beliau telah menempatkan hukum bukan sebagai landasan formalitas, tetapi sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan,” ucapnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Jan, terlihat saat Prof. Purnomo memimpin sektor-sektor krusial seperti energi dan pertahanan nasional. Di tengah tekanan dan kepentingan yang besar, ia dinilai tetap mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan kepatuhan terhadap regulasi nasional.

“Ini bukan sekadar soal administratif, tetapi soal karakter. Kepemimpinan yang taat hukum adalah kepemimpinan yang bisa dipercaya,” tegas Jan.

Namun, ia menekankan bahwa integritas saja tidak cukup. Organisasi juga membutuhkan arah yang jelas, yang hanya bisa diwujudkan oleh pemimpin dengan kapasitas mumpuni menjaga marwah organisasi besar ini.

Purnomo Yusgiantoro Centre

Menurutnya, keunggulan lain Prof. Purnomo terletak pada kemampuannya menjembatani dunia akademik dan praktik, hal ini dibuktikan dengan pendirian Purnomo Yusgiantoro Centre (PYC) yang banyak memberikan kontribusi pemikiran mengatasi masalah energi dan pangan kita.

“Ia tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman  dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk di level internasional seperti OPEC, dan penugasan lainnya,” sambung Jan.

Disebutkan, di ranah akademik, kiprah Prof. PY tidak diragukan, sebagai pendiri Universitas Pertahanan (Unhan), serta Guru Besar yang mengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berbagai kampus lain yang konsisten membangun perspektif strategis dalam penguatan sumber daya manusia.

“Inilah figur lengkap SDM yang memahami keunggulan SDA kita kombinasi pemimpin yang dibutuhkan IKAL Lemhannas hari ini, pemimpin yang bisa berpikir strategis, tetapi juga mampu membangun manusia unggul di dalam organisasinya,” kata Jan.

Selain itu, Prof. Purnomo juga dikenal sebagai sosok yang mampu membangun tim yang solid. Ia dinilai tidak bekerja secara individual, melainkan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif dan profesional.

Pendekatan ini dinilai penting, mengingat IKAL Lemhannas merupakan organisasi yang bertumpu pada kekuatan gagasan dan kontribusi anggotanya.

Lebih jauh, Jan melihat Prof. Purnomo sangat memahami posisi IKAL Lemhannas sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar organisasi paraalumni namun memberi pemikiran langsung kepada para pengambil kebijakan kedepan.

“Kita membutuhkan IKAL yang mampu menjadi sparring partner pemerintah, bukan hanya pengamat, tetapi juga pemberi solusi,” ujarnya.

Dapat diterima lintas generasi

Dengan pengalaman dan jejaring yang luas, Prof. Purnomo dinilai memiliki posisi yang sangat tepat untuk menjalankan peran sebagai Ketua Umum IKAL Lemhannas Periode 2026- 2030 karena beliau dapat diterima oleh lintas generasi   para alumni.

Tak hanya itu, komitmennya di bidang pendidikan juga menjadi nilai tambah. Keterlibatannya di Universitas Pertahanan dan berbagai institusi pendidikan lainnya menunjukkan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia yang nyata.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang menyiapkan kader, bukan hanya mengandalkan figur,” kata Jan.

Di tengah tantangan yang semakin kompleks, ia menilai IKAL Lemhannas membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga antisipatif.

Dengan rekam jejak panjang, integritas yang teruji, serta kapasitas yang relevan, Jan menilai Prof. Purnomo Yusgiantoro merupakan sosok yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

“Beliau bukan hanya layak, tetapi memang sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

Dalam penelusuran Beritaprioritas.com, Prof. Purnomo Yusgiantoro lulus dari Kursus Reguler Angkatan (KRA) – sekarang PPRA –  XXV Lemhannas pada tahun 1992. Ia pernah menjabat Wakil Gubernur Lemhannas pada masa pemerintahan Prof. B.J. Habibie tahun 1998-1999. (P/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025