Inggris dan Perancis akan terjunkan puluhan ribu tentara ke Ukraina

Jeffry Wuisan
Rabu, 7 Januari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 7/1/26 (Paris):  Para pemimpin Eropa dan utusan Amerika Serikat akhirnya setuju untuk menerjunkan pasukan Inggris dan Perancis ke Ukraina,  untuk mencegah invasi Rusia terulang kembali.


Deklarasi tersebut diumumkan dalam konferensi pers bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) “Koalisi Relawan” di Paris, Perancis.

KTT itu dihadiri perwakilan dari sekitar 35 negara Eropa termasuk Amerika Serikat. AS diwakili utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Fox News, hari Rabu (7/1/2026), penempatan pasukan multinasional di Ukraina itu, segera dilakukan setelah tercapai gencatan senjata dengan Rusia.


Inggris dan Perancis akan mendukung pengerahan pasukan di Ukraina dengan jumlah antara 15.000 hingga 20.000, dan dalam jangka panjang hingga 30.000 tentara.

AS akan berpartisipasi dalam komisi khusus untuk mengelola pelanggaran gencatan senjata, menentukan tanggung jawab, dan mencari solusi. Sedangkan Turki akan bertanggung jawab atas keamanan di Laut Hitam.

Deklarasi KTT Koalisi Relawan juga menyebutkan mekanisme untuk mencegah agresi Rusia terjadi kembali dan upaya menstabilkan Ukraina setelah pertempuran berakhir.

“Jumlah tentara Ukraina setelah perang berakhir akan menjadi 700 ribu, dan mitra Barat telah berjanji untuk memberikan dukungan kepada mereka”, kata Presiden Perancis, Emanuel Macron.

Perdana Menteri Inggris,  Keir Starmer mengungkapkan negaranya dan Perancis juga sepakat untuk membangun pusat militer di seluruh Ukraina.

Pasukan tank Inggris. Inggris dan Perancis akan mengirim pasukan ke Ukraina.(nato)

 

Kedaulatan Ukraina

Deklarasi tersebut juga berdasarkan aturan dalam hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari tahun 2022, memicu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Perjanjian baru tersebut menyatakan kedaulatan Ukraina dan kemampuannya untuk membela diri,  adalah unsur-unsur yang tidak dapat dinegosiasikan dalam kesepakatan perdamaian apa pun.

Selain itu, juga memperingatkan pertahanan diri sangat penting bagi keamanan Ukraina sendiri dan stabilitas Euro-Atlantik yang lebih luas.

Deklarasi tersebut juga mewajibkan Koalisi negara-negara relawan untuk memberikan jaminan keamanan lebih besar, yang akan diaktifkan setelah gencatan senjata dimulai.

Hal itu mencakup komitmen untuk mendukung Ukraina secara militer, diplomatik, dan ekonomi jika Rusia kembali melakukan serangan bersenjata di masa depan.

Para anggota koalisi juga sepakat untuk melanjutkan dukungan militer jangka panjang bagi Ukraina dan berjanji untuk melakukan kerja sama pertahanan, termasuk pelatihan, produksi pertahanan, dan berbagi informasi intelijen.

Para pemimpin juga mengumumkan pembentukan sel koordinasi permanen AS-Ukraina-Koalisi yang berbasis di markas besar Koalisi di Paris.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengatakan akan menciptakan kondisi orang-orang Ukraina yang kembali setelah perang,  dapat menemukan pekerjaan di tanah air mereka.

“Kami menganggap proyek ini sangat penting bagi warga Ukraina. Kami akan bekerja sama dengan BlackRock pada proyek masa depan di Ukraina” katanya.

BlackRock adalah perusahaan manajemen aset dan investasi Amerika terbesar di dunia, yang mengelola triliunan dolar AS.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan