Tujuh blok apartemen bertingkat di distrik Tai Po Hong Kong terbakar, November 2025 lalu. Jumlah korban tewas direvisi menjadi 168 orang.(x-@osint)PRIORITAS, 16/1/26 (Hong Kong): Pemerintah Hong Kong merevisi jumlah korban akibat kebakaran kompleks apartemen di Wang Fuk Court, Tai Po, menjadi 168 orang tewas.
Angka itu bertambah 7 orang dari 161 yang diumumkan bulan November tahun lalu.
Menurut Polisi Hong Kong seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Jumat (16/1/2026), pemeriksaan forensik terhadap semua jenazah yang ditemukan dari lokasi di distrik Tai Po telah selesai, sehingga pihak berwenang dapat mengkonfirmasi jumlah korban tewas terakhir.
“Semua jenazah dan tubuh dari insiden tersebut telah diidentifikasi dan tidak ada seorang pun yang hilang,” kata sekretaris keamanan, Chris Tang.
Para korban tewas dalam peristwa tragis tersebut berusia antara enam bulan hingga 98 tahun.
Mereka termasuk seorang petugas pemadam kebakaran, lima pekerja konstruksi, dua desainer interior, dan 10 pekerja rumah tangga asing (sembilan warga Indonesia dan satu warga Filipina), kata polisi.
Menurut polisi, sebanyak 58 dari korban tewas adalah laki-laki dan 110 orang perempuan.
Pihak berwenang mengatakan identitas para korban meninggal tidak akan dirilis pada tahap ini, dengan alasan menghormati keinginan keluarga yang berduka.

Salahsatu ruangan di apartemen Wang Fu Court, Hong Kong, yang hangus terbakar.(hongkong newsupdates)
Dihuni 4.600 orang
Kebakaran itu terjadi di tujuh menara apartemen Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan yang dibangun pada tahun 1980-an di timur laut Hong Kong.
Perumahan yang dihuni sekitar 4.600 orang itu, memiliki proporsi warga lanjut usia yang tinggi, dengan hampir 40 persen berusia 65 tahun ke atas, menurut data sensus yang dikutip BBC.
Ribuan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar selama beberapa hari.
Seorang petugas pemadam kebakaran, Ho Wai-ho yang berusia 37 tahun, meninggal dunia selama operasi tersebut.
Empat korban dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit, sementara 164 jenazah lainnya ditemukan di lokasi kejadian.
Investigasi penyebab kebakaran sampai kini masih berlangsung.
Sebelumnya, para pejabat setempat mengatakan jaring pelindung dan bambu yang dipasang selama pekerjaan renovasi tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Adanya bambu dan jaring kemungkinan besar memungkinkan api menyebar dengan cepat ke menara apartemen lain.
Selain itu, alarm kebakaran di kompleks tersebut juga dilaporkan rusak, menurut stasiun televisi Jepang NHK.
Hal itu yang menyebabkan banyak orang tidak menyadari adanya kebakaran dan terlambat menyelamatakan diri.
Para penghuni umumnya terjebak di dalam apartemen setelah api sudah membesar.
Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengatakan awal pekan ini bahwa lebih dari 30 orang telah ditangkap sejauh ini dengan tuduhan melakukan pembunuhan, penipuan, dan korupsi.
Menyusul tragedi tersebut, pemerintah kota membentuk komite independen untuk menyelidiki kebakaran tersebut.
Tugas utama sekarang adalah menentukan penyebab pasti tragedi tersebut dan memperketat pengawasan untuk mencegah kejadian serupa. (P-Jeffry W)