
Kawasan IKN menjadi rebutan investor.(Istimewa)PRIORITAS, 12/6/26 (Jakarta): Minat investor asing terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif. Sejumlah investor besar dari Uni Emirat Arab (Abu Dhabi), China, hingga negara-negara Asia lainnya mulai berlomba menanamkan modal di proyek strategis nasional tersebut.

Melansir sejumlah media, Otorita IKN mencatat nilai investasi swasta yang telah masuk ke kawasan ibu kota baru mencapai sekitar Rp73 triliun. Kehadiran investor internasional dinilai menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia terhadap masa depan pembangunan ibukota Nusantara.
Salah satu sektor yang paling banyak dibidik investor adalah pengembangan kawasan properti terpadu atau mixed-use development. Proyek ini mencakup pembangunan hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, perkantoran hingga fasilitas olahraga dan kebugaran.
Perusahaan asal China, Delonix Group, misalnya, telah merealisasikan investasi sekitar Rp500 miliar untuk membangun kawasan serbaguna yang menggabungkan hotel, serviced apartment, pusat perbelanjaan dan area bisnis modern di IKN.

Selain investor China, Abu Dhabi juga disebut sebagai salah satu calon investor besar yang siap memperluas keterlibatan dalam pembangunan ibu kota Nusantara. Masuknya investor dari Timur Tengah memperkuat posisi IKN sebagai magnet investasi global setelah sebelumnya menarik minat pelaku usaha dari Korea Selatan, Jepang, Australia dan negara lainnya.
Pemerintah menilai kehadiran investor asing tersebut bukan hanya menghadirkan modal, tetapi juga membawa jaringan bisnis internasional yang dapat mempercepat transformasi IKN menjadi kota modern berkelas dunia.
Pelaku usaha asal China mengaku optimistis terhadap keberlanjutan pembangunan IKN di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hingga pertengahan 2026, nilai investasi China di ibu kota Nusa tata dilaporkan telah mencapai sekitar 2 miliar yuan atau setara Rp5,2 triliun dan diperkirakan terus bertambah seiring bergulirnya berbagai proyek baru.
Dengan terus berdatangannya investor dari berbagai negara, ibu kota baru Indonesia ini diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga tumbuh sebagai pusat ekonomi, bisnis dan investasi baru di Indonesia.
Pemerintah berharap masuknya investor kelas dunia akan mempercepat pembangunan kawasan inti, membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang. (P-*r/sm)

