Harley Mangindaan, Demokrat dan proyeksi Pileg 2029 berbasis simulasi ‘Monte Carlo’

Giovanni Riung
Selasa, 3 Februari 2026
2 menit membaca

Harley Mangindaan. (Dok/Istimewa) 

PRIORITAS, 3/2/2026 (Manado): Menganalisis proyeksi performa Harley Mangindaan di ajang Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 sebagai Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Utara dengan menggunakan simulasi ‘Monte Carlo’, memerlukan data historis dari Pileg 2024 dan variabel ketidakpastian politik di masa depan.

Bila melihat data Pileg 2024, Partai Demokrat mengamankan satu kursi DPR RI melalui Hillary Brigitta Lasut yang meraih suara tertinggi di Sulut, yakni 310.780 suara.

Simulasi ‘Monte Carlo’

Ini merupakan teknik matematika terkomputerisasi yang dapat memprediksi probabilitas berbagai hasil dalam kondisi tidak pasti dengan menggunakan pengambilan sampel acak berulang.

Metode ini modelnya ialah variabel acak untuk menganalisis risiko dan ketidakpastian dalam berbagai skenario, seperti keuangan, proyek, atau fisika.

Selanjutnya, berikut ini poyeksinya.

1. Identifikasi variabel (Input Model)

* Total kursi tersedia: 6 kursi (Dapil Sulut).

* Suara pasar partai (Baseline): Demokrat di Sulut memiliki basis kuat, namun suara didominasi oleh figur Hillary Lasut.

* Variabel probabilitas (Uncertainty)

P1 (efek figur): Probabilitas Harley menarik pemilih baru di luar basis loyalis “Mangindaan” (estimasi sebaran 15-25 persen).

P2 (internal partai): Persaingan dengan petahana atau tokoh baru di daftar Caleg Demokrat.

P3 (eksternal): Kekuatan PDI Perjuangan (yang meraih 2 kursi di 2024) dan Golkar.

2. Skenario simulasi ‘Monte Carlo’

Dengan menjalankan ribuan iterasi pengambilan sampel acak pada variabel di atas, muncul tiga probabilitas hasil.

* Pertama optimis, Probabilitas 20 persen, Demokrat meraih 2 kursi (Harley Mangindaan mengamankan kursi kedua, jika total suara partai melonjak).

* Kedua moderat, Probabilitas 50 persen, Harley Mangindaan bisa bersaing ketat untuk kursi pertama Demokrat, jika petahana tidak maju atau terjadi pergeseran dukungan signifikan.

* Ketiga pesimis, Probabilitas 30 persen, kursi Demokrat tetap 1 dan jatuh ke Caleg dengan suara pribadi tertinggi (persaingan internal ketat).

3. Interpretasi proyeksi 2029

Secara matematika, peluang Harley Mangindaan sangat bergantung pada dua faktor kritis dalam simulasi:

Satu, transfer suara: Seberapa besar basis suara loyalis Ayahnya EE Mangindaan dapat diaktivasi kembali secara maksimal.

Dua, metode ‘sainte lague’: Mengingat hanya ada 6 kursi, simulasi menunjukkan ambang batas aman untuk kursi terakhir di Sulut berada di kisaran 100.000+ suara total partai.

Kesimpulan

Simulasi ‘Monte Carlo’ memproyeksikan Harley Mangindaan memiliki peluang menengah-tinggi (Probabilitas >60 persen) untuk bersaing di papan atas internal partai.

Tetapi keberhasilan menuju Senayan sangat dipengaruhi oleh apakah Demokrat mampu mempertahankan atau meningkatkan akumulasi suara partai untuk mengamankan kursi kedua. Ataupun jika Harley Mangindaan mampu mengungguli caleg internal lainnya untuk kursi tunggal. (P-Deon Wonggo/sel)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025