Harga telur anjlok, peternak Kendal demo dan bagikan 15.000 ayam gratis

Zamir Ambia
Senin, 10 Agustus 2026
DAERAH EKBIS NEWS 0 248
3 menit membaca

PRIORITAS, 10/8/26 (Jakarta): Ribuan peternak ayam petelur di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Kendal, Senin (10/8/26). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas merosotnya harga telur di pasaran. Dalam demonstrasi itu, peternak membagikan sekitar 15.000 ekor ayam petelur secara cuma-cuma kepada warga.


Penurunan harga telur membuat peternak di Kendal harus menanggung kerugian. Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya biaya produksi, terutama harga pakan ayam yang terus mengalami kenaikan.

Dikutip dari Beritasatu.com, Senin (10/8/26) siang, sejumlah peternak terlihat menggunakan mobil untuk membagikan ayam secara gratis kepada masyarakat di sekitar Alun-alun Kendal. Warga yang mendengar adanya pembagian ayam tersebut pun berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Dalam orasinya, para peternak menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, salah satunya meminta adanya kebijakan untuk menekan harga pakan ayam. Mereka menyebut biaya pakan menyumbang sekitar 70 persen dari keseluruhan biaya produksi peternakan.


Ketua Paguyuban Peternak Ayam Kabupaten Kendal, Suwardi, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur.

“Kami meminta pemerintah menurunkan harga pakan ayam dan menaikkan harga telur agar peternak tidak terus mengalami kerugian,” ucap Suwardi dalam aksi tersebut.

Selain menyoroti tingginya harga pakan dan rendahnya harga telur, para peternak meminta pemerintah memperluas cakupan program bantuan pangan dengan memasukkan telur sebagai salah satu komoditas yang diberikan kepada masyarakat.

Mereka juga mendesak pemerintah memperkuat kebijakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas jagung. Dalam usulannya, peternak meminta alokasi SPHP jagung diberikan selama enam bulan bagi peternak mikro, empat bulan untuk peternak kecil, dan dua bulan bagi peternak menengah.

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan penegakan aturan terkait hak budi daya peternak rakyat mandiri sebesar 98 persen. Selain itu, peternak meminta pemerintah membatasi pembukaan usaha budi daya baru oleh peternak ayam skala besar.

“Kami meminta hak budi daya peternak rakyat mandiri 98 persen ditegakkan. Kemudian budi daya baru skala besar juga perlu dibatasi,” tutur Suwardi.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turut hadir menemui para peternak yang melakukan aksi unjuk rasa. Ia mengapresiasi langkah peternak dalam menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.

Dyah mengatakan pemerintah daerah memahami persoalan yang sedang dihadapi para peternak, terutama penurunan harga telur yang berimbas pada penghasilan mereka. Ia memastikan aspirasi serta tuntutan yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.

“Kami akan menyampaikan aspirasi para peternak ini sebagai tuntutan kepada pemerintah,” ujar Dyah.

Memberikan dukungan pada peternak

Dyah mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian juga akan berupaya memberikan dukungan kepada para peternak. Salah satu upaya yang disiapkan yakni menggelar pasar khusus untuk menyalurkan jagung melalui program SPHP.

“Kami memahami para peternak saat ini merasa merugi. Pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi agar kondisi ini bisa segera tertangani,” imbuh Dyah.

Aksi tersebut menjadi gambaran atas kekhawatiran para peternak ayam petelur di Kendal terhadap keberlangsungan usaha mereka. Mereka berharap pemerintah segera menerapkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga telur, mengendalikan biaya pakan, dan memastikan keberlangsungan usaha peternakan rakyat mandiri. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan