Gunung sampah di tempat pembuangan akhir di Cebu, Filipina, longsor dan menimpa bangunan dan pekerja yang berada di bagian bawah.(4news)PRIORITAS, 10/1/26 (Manila): Gunung sampah di fasilitas pengelolaan sampah di desa Binaliw di Kota Cebu, Filipina Tengah, longsor dan mengubur hidup-hidup puluhan pekerja yang berada di bagian bawah.
Sampai hari Sabtu malam tim penyelamat baru berhasil mengeluarkan 4 orang pekerja yang sudah tewas, sementara 30 lainnya belum ditemukan.
Sebanyak 12 pekerja lain juga telah diselamatkan meski mengalami luka-luka akibat tertimpa berton-ton tumpukan sampah.
“Para pekerja terkubur di bawah tumpukan sampah raksasa setelah runtuhnya tempat pembuangan sampah yang menewaskan banyak orang“, kata pejabat setempat, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Sabtu (10/1/2026).
Tumpukan sampah dengan tinggi puluhan meter tiba-tiba longsor, saat puluhan orang sedang bekerja di bangunan di bagian bawah kaki gunung sampah tersebut.
Bangunan yang dipakai sebagai kantor dan fasilitas pengolahan sampah itu, hancur berantakan setelah tertimpa ribuan kubik sampah padat.

Bangunan kantor hancur akibat tersapu gunung sampah yang longsor di Cebu, Filipina.(4news)
Lokasi berbahaya
Puluhan petugas penyelamat, termasuk polisi, petugas pemadam kebakaran, berpacu dengan waktu untuk menemukan lebih banyak korban selamat.
Kondisi di lokasi tersebut sangat berbahaya karena dipenuhi reruntuhan atap seng yang bengkok, batang besi, dan tumpukan sampah serta puing-puing yang mudah terbakar.
Tim penyelamat mendeteksi masih ada tanda-tanda kehidupan di tengah longsoran sampah dan berencana untuk mengintensifkan upaya pencarian.
“Pihak berwenang telah mengkonfirmasi adanya tanda-tanda kehidupan di area tertentu, yang memerlukan penggalian hati-hati berkelanjutan dan pengerahan derek 50 ton yang lebih canggih, yang sedang dalam perjalanan dengan pengawalan polisi,” kata Wali Kota Cebu City, Nestor Archival.
Keselamatan petugas tanggap darurat tetap menjadi prioritas utama, karena adanya bahaya seperti puing-puing yang tidak stabil dan risiko asetilen, yang mendorong penyesuaian pada perimeter keamanan dan akses terkontrol.
Keempat orang yang tewas, termasuk seorang insinyur dan seorang pekerja wanita.
Semuanya adalah karyawan tempat pembuangan sampah dan fasilitas pengelolaan limbah dengan jumlah staf 110 orang, menurut walikota dan polisi.
Daftar awal korban pada hari Jumat mencakup dua orang tewas dan 36 orang hilang, yang kemudian meningkat pada hari Sabtu menjadi empat orang tewas.

Tim petugas pemadam kebakaran sedang mencari para korban yang tertimbun longsotan gunung sampah di Cebu, Filipina.(4news)
Tanpa tanda-tanda
Penyebab runtuhnya gunung sampah itu masih belum jelas, tetapi seorang korban selamat mengatakan kepada Associated Press, insiden terjadi dalam sekejap tanpa tanda-tanda apa pun meskipun cuaca cukup baik pada saat itu.
Seorang pekerja kantor berusia 31 tahun, Jaylord Antigua, menuturkan dinding gunung sampah itu runtuh dan menghancurkan kantor administrasi tempat dia berada.
Dia berhasil menyelamatkan diri dengan merangkak dalam kegelapan di antara puing-puing dan reruntuhan, meski mengalami luka memar di wajah dan lengannya.
“Saya melihat cahaya dan merangkak ke arahnya dengan tergesa-gesa, karena saya takut akan terjadi tanah longsor lagi,” kata Antigua. “Itu traumatis. Saya takut itu adalah akhir hidup saya, jadi ini adalah kehidupan kedua saya”, tambahnya.
Belum jelas bagaimana kecelakaan itu akan memengaruhi pembuangan sampah di tempat pembuangan akhir di Cebu.
Cebu adalah kota pelabuhan yang ramai dengan hampir satu juta penduduk dan berfungsi sebagai pusat regional untuk perdagangan, perniagaan, dan pariwisata di Filipina.
“Sedang dilakukan untuk mengatasi masalah pengumpulan sampah yang akan segera terjadi,” kata wali kota Archival dalam pernyataannya tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Peristiwa kedua
Tempat pembuangan sampah terbuka dan tempat pembuangan akhir semacam itu telah lama menjadi sumber masalah keselamatan dan kesehatan di seluruh Filipina.
Insiden di tempat sampah Cebu adalah yang kedua kali terjadi di Filipina.
Sebelumnya pada bulan Juli 2000, tumpukan sampah besar di sebuah permukiman kumuh di pinggiran Kota Quezon, runtuh dan memicu kebakaran setelah berhari-hari diterpa cuaca badai.
Bencana tersebut menewaskan lebih dari 200 orang dan menyebabkan banyak orang hilang.
Peristiwa itu mendorong diberlakukannya undang-undang yang mewajibkan penutupan tempat pembuangan sampah ilegal di seluruh negeri.
Selain itu pemerintah dituntut melakukan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.(P-Jeffry W