Kompetisi mayoritas kaum adam, Glorya Famiela, ‘Kartini’ di balik prestasi ‘e-sports’ Indonesia

Wolter Rumapar
Selasa, 21 April 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 21/4/26 (Jakarta): Industri e-sports nasional begitu pesat perkembangan di tanah air. Nama, Glorya Famiela menjadi salah satu figur penting di balik layar yang turut mendorong lahirnya prestasi atlet-atlet Indonesia di kancah internasional.


Berawal dari hobi bermain game sejak masa sekolah, Glorya kemudian membawa ketertarikannya ke jenjang yang lebih serius saat kuliah. Perempuan berusia 37 tahun itu telah menekuni industri game dan e-sports selama lebih dari 15 tahun.

Meski memiliki latar belakang pendidikan arsitektur dan sempat bekerja di bidang tersebut, ia memutuskan beralih karir karena merasa passion-nya berada di dunia gaming. Langkah awalnya di industri dimulai dari perusahaan penyedia voucher game Lyto, kemudian melanjutkan karir di sektor pembayaran digital game Indomog.

Dalam kurun waktu hampir tujuh tahun, ‘Kartini’ Indonesia itu memperdalam pemahaman tentang ekosistem industri, mulai dari sisi bisnis hingga kebutuhan komunitas pemain. Karirnya berlanjut ke media esports, yakni GGWP dan Dunia Games, yang semakin memperluas jejaring serta pengalamannya di industri.


Gabung dengan ESI

Bergabung dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Glorya juga terlibat dalam pengembangan ekosistem esports nasional sejak tahap awal, termasuk dalam pembentukan liga dan struktur kompetisi bersama sejumlah pelaku industri.

Hingga kini, ia masih aktif di bidang kompetisi, yang menjadi salah satu fondasi penting dalam pembinaan atlet esports. Dalam perjalanannya, Glorya tidak menampik adanya tantangan sebagai perempuan di industri yang masih didominasi laki-laki.

Ia mengaku sempat menghadapi situasi ketika orang lain meragukan kemampuannya dalam urusan teknis, terutama saat berkecimpung di bidang kompetisi yang mayoritas diisi oleh laki-laki. Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut dapat dihadapi dengan konsistensi dan pembuktian melalui hasil kerja.

“Kita harus bisa menunjukkan lewat kerja nyata dan hasil bahwa kita mampu,” ujar Gloria seperti dikutip dari Antara. Kepercayaan besar datang ketika ia ditunjuk sebagai manajer tim nasional esports Indonesia untuk kejuaraan dunia IESF World Esports Championship 2023 di Rumania.

Peran tersebut menuntut kemampuan manajerial yang tidak ringan, mulai dari mengoordinasikan atlet dengan latar belakang berbeda hingga menangani dinamika tim selama persiapan dan kompetisi.

Ia juga harus beradaptasi dengan beban kerja serta tanggung jawab yang tinggi untuk memastikan seluruh kebutuhan tim terpenuhi. “Sebagai manajer, kita harus bisa mengelola banyak hal sekaligus, dari kebutuhan atlet sampai dinamika tim yang beragam,” kata perempuan kelahiran Jakarta itu. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan