Personel Personel Basarnas dan SAR Polri memeriksa kondisi bangunan yang rusak saat melakukan penyisiran di lokasi terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/26). (Beritasatu.com)PRIORITAS, 19/8/26 (Jakarta): Posko Siaga Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperbarui data dampak gempa hingga Rabu (19/8/26).
Data sementara per 19 Agustus 2026 mencatat gempa telah menewaskan 25 orang. Selain itu, 190 orang mengalami luka berat dan 421 orang lainnya mengalami luka ringan.
Gempa juga membuat 19.803 warga mengungsi. Mereka kini menempati sejumlah titik pengungsian di berbagai wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Gempa merusak ribuan rumah warga. Posko mencatat 4.669 rumah mengalami kerusakan berat, 3.837 rumah rusak sedang, dan 3.917 rumah mengalami kerusakan ringan.
Jika seluruh kategori tersebut dijumlahkan, gempa berdampak pada sedikitnya 12.423 rumah dengan tingkat kerusakan berbeda.
Gempa turut merusak sejumlah infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik di Kabupaten Manggarai Timur. Data sementara menunjukkan 58 fasilitas pemerintah dan 42 rumah ibadah mengalami dampak.
Selain itu, gempa berdampak pada 24 puskesmas dan 309 sekolah. Kerusakan juga terjadi pada sembilan jaringan irigasi, tujuh jembatan, dan 13 ruas jalan.
Posko Siaga Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur menyatakan data tersebut masih bersifat sementara. Jumlah korban dan kerusakan dapat berubah seiring proses pendataan serta verifikasi di lapangan.
Pemerintah bersama pihak terkait terus menangani korban dan warga yang mengungsi. Petugas juga melanjutkan pendataan untuk memastikan kondisi terbaru di sejumlah wilayah terdampak.
Data sementara per 19 Agustus 2026 mencatat 25 orang meninggal dunia, 190 orang luka berat, 421 orang luka ringan, dan 19.803 warga mengungsi. Gempa juga merusak 12.423 rumah, terdiri dari 4.669 rumah rusak berat, 3.837 rumah rusak sedang, dan 3.917 rumah rusak ringan. Selain itu, gempa berdampak pada 58 fasilitas pemerintah, 42 rumah ibadah, 24 puskesmas, 309 sekolah, sembilan jaringan irigasi, tujuh jembatan, dan 13 ruas jalan, demikian informasi yang diterima dari Beritasatu. (P-Zamir)