Gempa dahsyat Myanmar, BNPB: Tidak ada WNI yang jadi korban

Selvijn MJR
Selasa, 1 April 2025
2 menit membaca

Seorang anggota tim SAR berupaya mencari korban di antara reruntuhan bangunan di Mandalay, Myanmar, 31 Maret 2025. (Reuters)


PRIORITAS, 1/4/25 (Jakarta): Dipastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban bencana gempa bumi di Myanmar. Demikian  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, Selasa (1/4/25).

“Sejauh ini WNI aman, Alhamdulillah baik. Yang luka-luka, apalagi korban jiwa tidak ada,” kata Suharyanto saat ditemui saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

BNPB mendapat infirmasi ini dari beberapa pihak sesaat setelah gempa tersebut terjadi pada 28 Maret 2025 lalu.


Kendati begitu, Suharyanto belum bisa memastikan kondisi terkini WNI yang masih berada di Myanmar setelah terjadi gempa.

Selain itu, dia juga enggan menjelaskan jumlah WNI yang bertahan di Myanmar usai gempa.

“Nanti untuk lebih jelasnya dari Kemlu ya, nanti dari ada yang bisa menjawab,” kata Suharyanto.

Fokus kirim personel

Dia melanjutkan, saat ini hanya fokus untuk mengirimkan personel BNPB, Basarnas dan Baznas ke Myanmar untuk membantu proses evakuasi korban gempa.

Diketahui, gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 melanda Myanmar bagian tengah pada Jumat (28/3/25). Getaran gempa juga terasa hingga India, Thailand, Bangladesh, Laos, dan China.

Informasi tadi pagi, sedikitnya 2.000 lebih korban tewas dan baru tercatat 2.300 orang lainnya terluka di Myanmar akibat gempa bumi.

Sedsngkan di Thailand, delapan korban dilaporkan tewas dan 80 orang lainnya masih hilang setelah gempa ikut mengguncang Bangkok atau sekitar 1.000 km dari episentrum gempa di Myanmar. (P-Selvijn R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan