Gelombang panas ketiga landa Eropa, 400 juta orang terancam

Jeffry Wuisan
Rabu, 12 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 12/8/26 (Berlin): Lebih dari separuh benua Eropa diperkirakan akan menghadapi gelombang panas ekstrem ketiga.


Cuaca panas yang berkepanjangan telah memperburuk kebakaran hutan dan kondisi kekeringan di seluruh Eropa, sehingga mengancam kehidupan ratusan juta penduduk.

Uni Eropa menyatakan kondisi kekeringan di Eropa saat ini berada pada tingkat ‘kritis’.

Gelombang panas kali ini diperkirakan akan memperparah kekeringan di Eropa, yang sudah meminta korban jiwa sekitar 25.000 dalam serangan panas sebelumnya.


Para ahli lingkungan mengakui Eropa adalah benua yang mengalami pemanasan tercepat di dunia pada dekade ini.

Sekitar 400 juta orang termasuk 300 juta orang — lebih dari separuh populasi Eropa — akan mengalami suhu di atas 30 derajat Celcius.

Sekitar 92 juta orang di Prancis, Italia, dan Spanyol, diperkirakan akan kepanasan dalam suhu yang melebihi 35 derajat Celsius (95 derajat Fahrenheit).

Gelombang panas diperkirakan meluas dari Balkan hingga Inggris.

Puluhan juta orang di Inggris juga bersiap menghadapi suhu yang akan naik di atas 30 derajat Celcius.

Gelombang panas ini juga diperkirakan akan menyebar ke beberapa bagian Eropa tenggara, termasuk Yunani, Albania, dan Kroasia.

Kantor Meteorologi Inggris mengatakan pada hari Selasa negara itu diperkirakan akan mencatat musim panas terpanas sepanjang sejarah tahun ini .

Suhu naik cepat

Gelombang panas baru ini datang setelah Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas sepanjang sejarah, menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) Uni Eropa pada hari Senin.

Menurut data C3S, suhu di Eropa meningkat dua kali lebih cepat dibandingkan benua lain.

Pemerintah Prancis, Spanyol, Italia dan Jerman kini sudah bersiap menghadapi gelombang panas yang lebih hebat, lapor media Jerman, Deutsche Welle.

Gelombang panas ekstrem terbaru ini datang hanya beberapa minggu setelah Prancis dan Spanyol menghadapi beberapa kebakaran hutan terburuk yang pernah mereka alami.

Di Spanyol, di mana beberapa kebakaran hutan masih aktif, badan cuaca nasional AEMET memperingatkan suhu akan mencapai lebih dari 35 derajat Celcius.

Badan Meteorologi Jerman memperkirakan suhu tertinggi pada hari Rabu mencapai 34 derajat Celcius.

Suhu diperkirakan akan naik hingga 37 derajat Celcius pada hari Kamis dan setinggi 39 derajat Celcius pada hari Jumat untuk sebagian besar wilayah barat dan selatan Jerman, menurut badan meteorologi nasional.

Gelombang panas yang akan datang ini adalah gelombang panas ekstrem ketiga yang melanda Jerman musim panas ini.

Air sungai turun drastis

Gelombang panas yang berkepanjangan telah menyebabkan permukaan air di Sungai Rhine turun drastis ke level terendah sepanjang sejarah di beberapa daerah.

Sungai ini merupakan salah satu jalur air utama kapal di Eropa untuk pengangkutan biji-bijian, mineral, bahan bakar, dan barang-barang lainnya.

Kondisi kekeringan berdampak pada lingkungan dan ekonomi Jerman, dengan perusahaan-perusahaan yang bergantung pada barang-barang yang biasanya diangkut melalui jalur air mengalami kekurangan pasokan.

Ketika panas ekstrem terjadi pusta listrik tenaga nuklir di Eropa juga terancam.

Menghangatnya sungai-sungai memaksa pembangkit listrik tenaga nuklir untuk mengurangi produksi di seluruh Eropa. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan