El Nino intai Parigi Moutong, Pemkab bergerak: Pompa air jadi senjata selamatkan 63 ribu hektare sawah

Sem Muhaling
Sabtu, 15 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 14/08/26 (Parigi): Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman fenomena El Nino. Salah satu langkahnya berupa usulan pengadaan pompa air sawah untuk kebutuhan irigasi persawahan.


Pemkab Parigi Moutong mengajukan kebutuhan tersebut kepada Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah menunggu usulan dari kelompok tani sebelum mengajukan jumlah pompa sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Parigi Moutong Dadan Priatna mengatakan, pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan. Langkah itu mencakup ancaman kebakaran hutan dan lahan, penyusutan air irigasi, serta kekeringan pertanian.

Menurut Dadan, langkah konkret sangat penting untuk melindungi sektor pertanian. Sebab, Kabupaten Parigi Moutong memiliki sekitar 63 ribu hektare lahan persawahan.


Pompa air jadi andalan

Pemkab Parigi Moutong juga mengandalkan brigade pangan dalam menghadapi kondisi darurat. Brigade tersebut akan berkolaborasi dengan berbagai sektor jika dampak El Nino mulai mengganggu pertanian.

Selain itu, pemerintah pusat melalui satuan kerja di Sulawesi Tengah tengah melakukan revitalisasi saluran irigasi. Revitalisasi tersebut mencakup 23 titik yang tersebar di Parigi Moutong.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Pemerintah juga menjalankan program optimalisasi lahan untuk meningkatkan produktivitas area yang kurang aktif.

Program optimalisasi lahan menyasar lahan tidur dan lahan rawa. Pemerintah berharap lahan tersebut kembali produktif dan dapat digunakan untuk beberapa kali musim tanam.

Satu embung sudah ada, siapkan sistem pompanisasi

Dadan mengatakan, petani saat ini baru memiliki satu embung untuk mendukung ketersediaan air. Karena itu, pemerintah daerah terus mengupayakan sistem pompanisasi untuk sumur dangkal.

Menurut dia, pompanisasi dapat menjadi salah satu solusi menghadapi penyusutan sumber air. Terlebih, ancaman kekeringan dapat mengganggu produktivitas pertanian apabila petani tidak menyiapkan langkah mitigasi.

Pemkab juga meminta petani tetap fokus meningkatkan produksi. Pemerintah mengingatkan petani agar tidak panik menghadapi berbagai informasi mengenai ancaman El Nino.

“Tidak perlu risau dengan isu kemarau. Tugas petani menanam, tingkatkan produksi dan tetap konsisten,” kata Dadan.

Pemerintah minta petani tetap produktif

Melansir Antara News, pemerintah daerah menilai kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi perubahan kondisi cuaca. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan optimalisasi lahan berjalan secara bersamaan.

Langkah tersebut juga bertujuan menjaga produksi pangan daerah selama musim kemarau. Dengan demikian, petani tetap memiliki akses terhadap air ketika saluran irigasi mengalami penyusutan debit.

Pemkab Parigi Moutong kini menunggu usulan kebutuhan pompa dari kelompok tani. Setelah itu, pemerintah akan meneruskan usulan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

Usulan itu menjadi bagian dari strategi daerah menghadapi potensi dampak El Nino. Pemerintah berharap dukungan sarana pompa mampu menjaga produktivitas puluhan ribu hektare lahan persawahan. (P-*Ant/sm) 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan