Efisiensi dan kecepatan: Ini penjelasan BGN beri insentif besar untuk dapur MBG

Johanes Christiaan
Rabu, 25 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 25/2/2026 (Jakarta): Di balik ambisi besar pemerintah memerangi malnutrisi nasional, tersimpan keputusan strategis yang tak luput dari sorotan. Badan Gizi Nasional mengungkap alasan pemberian insentif sebesar Rp6 juta per hari kepada 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi (MBG) yang kini menjangkau seluruh penjuru negeri, dari Sabang hingga Merauke.

Kebijakan ini disebut sebagai langkah kunci untuk memastikan layanan gizi berjalan optimal, konsisten, dan mampu menjangkau jutaan penerima manfaat secara berkelanjutan.

Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangannya menjelaskan, pembangunan dapur MBG dilakukan melalui skema kemitraan yang memungkinkan percepatan pelaksanaan program tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan negara.

“Dengan kemitraan yang kita lakukan ini mempermudah Program Makan Bergizi. Saat ini sudah ada 24.000 SPPG dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan, setiap SPPG menerima insentif Rp 6 juta per hari atau sekitar Rp 144 juta per bulan. Skema ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan apabila pemerintah membangun dan mengelola seluruh dapur secara mandiri.

Menurutnya, kemitraan memungkinkan pembangunan infrastruktur layanan gizi berjalan cepat tanpa membebani anggaran negara secara penuh. “Skema ini mempermudah sekaligus mempercepat implementasi program di lapangan,” tegasnya.

Kecepatan dan penguatan kemitraan, penentu keberhasilan

Selain efisiensi, Dadan menekankan bahwa waktu merupakan faktor paling krusial dalam menjalankan program nasional berskala besar seperti MBG. Ia menyebut percepatan pembangunan menjadi strategi utama agar target nasional tercapai tepat waktu.

“Yang paling berharga dari proses kemitraan adalah the winning of time—kecepatan waktu. Waktu tidak dapat dikembalikan dan berjalan satu arah,” jelasnya dilansir Detikcom, Selasa (24/2/2026).

Ia bahkan mengutip prinsip dalam Al-Qur’an tentang pentingnya waktu. “Dalam Al-Qur’an disebutkan Wal ‘Ashr (Demi Waktu). Ini relevan, karena tanpa kecepatan, semua pihak akan sangat merugi.”

Dadan menegaskan BGN akan terus memperkuat jaringan kemitraan demi memastikan percepatan pembangunan infrastruktur gizi nasional. Strategi ini disebut krusial untuk menjaga keberlanjutan program dan memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses gizi yang memadai.

“Percepatan pembangunan dan penguatan kemitraan adalah kunci agar seluruh target nasional dapat tercapai dengan tepat waktu dan berkelanjutan,” tutupnya. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025