Program S3 Unsrat catat sejarah doktor maritim pertama, Dr. Haryadi Wijaya buktikan ilmu kelautan mampu lahirkan inovator perkapalan

Sem Muhaling
Jumat, 12 Juni 2026
Inovasi Kampus 0 205
4 menit membaca

PRIORITAS, 11/6/26 (Manado):  Program S3 Ilmu Kelautan Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) berhasil mencetak doktor pertama teknologi perkapalan dan maritim. Untuk pertama kalinya, program doktoral tersebut meluluskan seorang doktor yang berasal dari bidang perkapalan dan teknologi maritim, menandai semakin kuatnya karakter multidisiplin yang menjadi ciri khas pengembangan ilmu kelautan di Unsrat.


Pencapaian tersebut diraih oleh Dr. Ir. Haryadi Wijaya, S.Pel., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dosen Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, yang sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor berjudul Rekayasa Penyaring Air Ballast pada Kapal Latih John Lie.” demikian melansir minahasaraya.com.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan yang mampu menjembatani berbagai disiplin ilmu, mulai dari kelautan, teknologi perkapalan, rekayasa lingkungan, hingga inovasi maritim.

Ujian promosi doktor dihadiri tim penguji lintas keahlian

Ujian terbuka promosi doktor berlangsung khidmat dan dihadiri sepuluh penguji yang berasal dari berbagai bidang keahlian.


Tim penguji terdiri atas Iskandar dari Politeknik Pelayaran Semarang, Oktavianus B.A. Sompie, Roike I. Montolalu, Kawilarang Warouw Alex Masengi selaku promotor utama, Lefrand Manoppo, Vivanda O. Modaso, Desy M.H. Mantiri, Detty Rumampuk, Nixon Kawung, serta anggota tim penguji lainnya.

Kehadiran para akademisi dan pakar dari berbagai disiplin ilmu tersebut mencerminkan tingginya standar akademik yang diterapkan dalam proses pendidikan doktoral di Pascasarjana Unsrat.

Kurang dari lima tahun, raih gelar magister dan doktor di Unsrat

Perjalanan akademik Dr. Haryadi Wijaya menjadi kisah inspiratif tentang dedikasi, kerja keras, dan produktivitas ilmiah yang luar biasa.

Dalam kurun waktu kurang dari lima tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikan magister dan doktoral sekaligus meraih sejumlah pengakuan profesional bergengsi.

Selain memperoleh gelar Magister Sains (M.Si.) dan Doktor (Dr.), Haryadi juga berhasil menyandang predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) serta ASEAN Engineer (ASEAN Eng.), sebuah pengakuan profesional tingkat regional yang menunjukkan kompetensi tinggi di bidang teknik dan rekayasa.

Produktif menulis di jurnal internasional bereputasi

Prestasi akademik Dr. Haryadi tidak berhenti pada penyelesaian studi.

Saat menempuh pendidikan magister, ia telah menghasilkan sejumlah karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Produktivitas tersebut terus berlanjut pada jenjang doktoral.

Hasil penelitiannya bahkan berhasil menembus jurnal internasional bereputasi kategori Q2 pada bidang Natural Sciences yang diterbitkan di Yunnan, Tiongkok.

Pencapaian tersebut menunjukkan kualitas penelitian yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga mendapatkan pengakuan dalam komunitas ilmiah internasional.

Tiga buku maritim ber-HAKI untuk dunia pendidikan

Tak hanya aktif dalam publikasi ilmiah, Dr. Haryadi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan literatur maritim Indonesia melalui penulisan tiga buku referensi.

Ketiga buku tersebut adalah:

  1. Kesinambungan Pengelolaan Air Ballast pada Kapal Latih JOHN LIE;
  2. Gerakan Kapal Perikanan di Indonesia (Ship’s Motions);
  3. Stabilitas Kapal Perikanan di Indonesia: Pendekatan Matematis dan Naval Architecture.

Seluruh karya tersebut telah memperoleh Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bentuk pengakuan atas orisinalitas dan kontribusi ilmiah yang diberikan.

Sebagai bagian dari pengabdian kepada dunia pendidikan maritim, buku-buku tersebut juga telah diserahkan kepada Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara untuk dimanfaatkan sebagai bahan ajar dan referensi akademik bagi taruna, dosen, maupun peneliti di bidang pelayaran dan teknologi perkapalan.

Bukti kekuatan ilmu kelautan yang multidisiplin

Keberhasilan Dr. Haryadi menjadi bukti bahwa Program Studi Doktor Ilmu Kelautan Pascasarjana Unsrat mampu melahirkan lulusan dengan kompetensi multidisiplin yang relevan terhadap kebutuhan pembangunan sektor kemaritiman nasional.

Integrasi antara ilmu kelautan, teknologi perkapalan, rekayasa lingkungan, dan inovasi maritim menjadi kekuatan utama yang terus dikembangkan oleh program studi tersebut.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Pascasarjana Unsrat sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu dan teknologi kelautan di kawasan timur Indonesia.

Inspirasi bagi generasi akademisi dan peneliti

Momentum bersejarah di Unsrat ini diharapkan menjadi inspirasi bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, serta praktisi maritim untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan sektor kelautan dan kemaritiman Indonesia.

Keberhasilan Dr. Haryadi Wijaya membuktikan bahwa dedikasi, konsistensi dalam riset, dan semangat inovasi dapat melahirkan karya-karya yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, industri maritim, dan pembangunan bangsa.(P-*r/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan