Daud Joseph mundur dari Dirut PT Pos Indonesia.(Istimewa)PRIORITAS, 4/7/26 (Jakarta) Direktur Utama (Dirut) PT Pos Indonesia, Daud Joseph, memutuskan mundur dari jabatannya setelah memimpin perusahaan sekitar tiga bulan. Keputusan itu mengejutkan publik karena muncul saat PT Pos tengah menjalankan agenda transformasi dan restrukturisasi besar-besaran.
Melansir sejumlah media, Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, mengatakan Daud Joseph mengajukan surat pengunduran diri pada 2 Juli 2026. Menurut perusahaan, Daud mengambil keputusan tersebut murni atas pertimbangan pribadi.
“Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan,” kata Iwan.
Meski kehilangan pucuk pimpinan, PT Pos memastikan seluruh operasional perusahaan tetap berjalan normal. Manajemen juga menegaskan seluruh program transformasi bisnis tetap berlanjut sesuai rencana.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan bahwa Daud memimpin evaluasi menyeluruh terhadap kondisi PT Pos selama masa jabatannya. Evaluasi tersebut mencakup aspek keuangan, operasional, organisasi, hingga tata kelola perusahaan.
Hasil penilaian itu membuat dirut PT Pos Indonesia, Daud Joseph menyimpulkan perusahaan BUMN itu memerlukan transformasi yang jauh lebih mendasar. Ia kemudian menilai perusahaan membutuhkan sosok pemimpin dengan keahlian yang lebih spesifik untuk memimpin tahap restrukturisasi berikutnya.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan pihaknya menghormati keputusan tersebut dan segera menyiapkan pengganti agar agenda reformasi perusahaan tidak terhambat.
Dalam proses evaluasi, Danantara menemukan berbagai persoalan yang telah membebani PT Pos selama bertahun-tahun. Tim juga mengidentifikasi sejumlah indikasi penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa laporan keuangan.
Saat ini, Danantara menindaklanjuti seluruh temuan tersebut melalui audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku. Lembaga itu menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan.
Danantara juga menargetkan PT Pos kembali menjadi perusahaan logistik yang sehat, profesional, akuntabel, dan mampu menjalankan mandat pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
Sementara itu, PT Pos Indonesia memastikan proses pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat maupun mitra usaha.
Manajemen menyatakan seluruh jajaran direksi dan karyawan tetap menjalankan program kerja serta agenda transformasi perusahaan hingga pemerintah menetapkan direktur utama yang baru. (P-sm)