
PRIORITAS, 25/10/25 (Manado) : Makin dekatnya Sidang Tahunan Sinode GMIM akhir November mendatang, memunculkan sejumlah nama pengganti Pdt Hein Arina yang dikabarkan sudah siap melepas jabatannya. Salah satunya adalah Pdt.l David Tulaar.
Dukungan terhadap sosok pendeta yang pernah secara terbuka mengkritik pola kepemimpinan di Sinode Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) itu, terus mengalir.
Di berbagai platform media sosial, ribuan jemaat GMIM menyuarakan harapan agar sinode berikutnya dipimpin Pdt Tulaar.
“Sudah saatnya GMIM dipimpin figur rohani yang kuat, sederhana, dan dekat dengan jemaat seperti Pdt David Tulaar,” tulis salah satu akun jemaat di kolom komentar unggahan tentang dinamika sinode.
“Pendeta David Tulaar orangnya suka membantu di mana pun dia berada dan tidak pilih kasih,” tulis akun FB Tinne Runtu Pangemanan. Demikian dikutip Beritaprioritas dari manadopost.jawapos.com.
“Pendeta David Tulaar paling pas, mengerti dan memahami keadaan jemaat GMIM serta berani menyuarakan realita yang terjadi di tubuh GMIM,” ujar akun lain, Stemy Tampi.
“Pdt David Tulaar layak masuk sebagai calon ketua sinode karena beliau sangat memahami tata gereja,” tambah akun Rays Lende.
Mampu memperkuat spirutualitas GMIM
Seruan serupa terus bergema di berbagai platform digital, bahkan muncul tagar dukungan untuk Pdt Tulaar. Banyak jemaat menilai, kepemimpinan beliau dinilai mampu memperkuat kembali pelayanan dan spiritualitas di tubuh GMIM.
Warga gereja pun berharap agar para pendeta dan pelsus yang menjadi anggota sidang sinode mendengarkan aspirasi umat.
“Dengar suara jemaat, jangan abaikan aspirasi dari bawah. GMIM harus tetap satu dalam kasih dan kebenaran,” tulis seorang penatua jemaat di Facebook, seperti dalam kutipan itu yang dilihat Sabtu (25/10/25) malam.
Arina mundur
Informasi mengenai langkah mundur Pdt Arina mencuat setelah salah satu pendeta mendoakannya di Malendeng.
“Pdt Hein Arina telah menyatakan tidak akan kembali ke sinode. Artinya beliau memberi sinyal mau mundur. Luar biasa kecintaannya pada GMIM demi jalannya roda organisasi,” kata pendeta tersebut, usai ibadah doa bersama.
Dengan beredarnya kabar tersebut, nama-nama calon pengganti pun mulai diperbincangkan di kalangan jemaat maupun pelayan khusus (Pelsus).
Beberapa nama yang disebut-sebut antara lain Pdt Yani Rende, Pdt Hendry Runtuwene, Pdt Adolf Wenas, dan Pdt Joice Sondakh.
Sidang Tahunan GMIM yang akan digelar akhir November 2025 disebut-sebut jadi momentum penting menentukan arah pelayanan dan kepemimpinan sinode ke depan.
Siapa yang akan melanjutkan estafet pelayanan setelah Pdt Hein Arina, kini jadi yang dinanti-nanti ribuan jemaat GMIM. (P-*r/mp/dg)
No Comments